BORNEONEWS, Palangka Raya - Mrnteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah dicopot oleh Presiden Joko Widodo. Posisinya digantikan Muhadjir Effendy. Namun proyek sang Menteri Anies masih jalan di Kota Cantik Palangka Raya, yaitu pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) 2016 di dermaga Pelabuhan Rambang, Kamis (28/7/2016) sejak pagi hingga siang.
Saat pembukaan Menteri Anies diwakilkan kepada Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca pada Kemendikbud RI, Dr Samto. Ia berpesan agar Kota Palangka Raya mengkampanyekan GIM dan menghidupkan suasana GIM di kota ini.
“Ini gerakan besar yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. GIM adalah gerakan untuk melek literasi. Dipilihnya Kota Palangka Raya menjadi salah satu kegiatan, karena di Kota ini telah tumbuh komunitas literasi baik menulis, seni, baca, budaya dan lainnya. Kedua, merupakan kota dengan angka kebutaaksaraan yang rendah,” ungkap Samto.
Ia mengingatkan, literasi menjadi komponen pokok, sebab untuk menggapai kemampuan lebih tinggi harus melek literasi mulai dari literasi baca tulis dan hitung (Calistung), literasi sains, teknologi, finansial, dan kebudayaan. Hal ini sebagai modal untuk menjawab tantangan kedepan abad 21.
“Perlunya mengingkatkan literasi melalui GIM karena pada 70 tahun lalu saat baru merdeka, rakyat Indonesia yang melek aksara baru 1,5%. Sekarang sudah 96,3 %, atau tersisa 3,7% lagi yang belum melek aksara. Saat ini posisi Indonesia berada urutan 60 dari 61 negara yang disurvei tentang kemampuan literasi,” katanya.
Sementara Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palangka Raya Norma Hikmah tidak hadir dan digantikan Sekretaris Disdikbud, Mahlani mengatakan tujuan kegiatan GIM adalah mendorong tumbuhnya budaya gemar membaca dan mampu meningkatkan harkat dan martabat serta kualitas hidup.
Di antara rangkaian kegiatan yang dilaksanakan berupa penyusunan rencana aksi budaya baca daerah, lomba mewarnai dan bercerita siswa TK, lomba guru PAUD,lomba cipta dan baca puisi, bersaing sampul cerita rakyat, dan lomba-lomba lainnya berkenaan tema GIM 2016.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat saling membantu menyediakan sarana dan prasarana serta media bacaan, kemudian aktif mendorong tumbuhnya gemar membaca baik kepada anak didik, masyarakat, maupun satuan pendidikan,” ulas Mahlani. (ROZIKIN/m)








