PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah (Kadishub Provinsi Kalteng), Yulindra Dedy, menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur, H Edy Pratowo, telah terjadi progres signifikan dalam pengembangan infrastruktur pelayaran, terutama melalui skema Public Private Partnership (PPP) yang melibatkan pihak swasta, mengurangi ketergantungan pada pembiayaan APBN dan APBD. 

"Proyek Ship to Ship (STS) di Muara Sungai Kapuas Murung, yang telah disetujui oleh Kementerian Perhubungan RI pada tahun 2023, kini dalam tahap optimalisasi alur sungai dari Pelabuhan Rangga Ilung di Barito Selatan hingga Muara Kapuas di Kapuas," ujar Dedy saat dikonfirmasi, Jumat, 13 September 2024.

Optimalisasi seperti ini, ujar Dedy, bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas kapal di Sungai Barito dan meningkatkan akses pelayaran kapal besar di atas 5.000 GT melalui Sungai Kapuas Murung.

"Program ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong investasi dan pengembangan fasilitas logistik oleh sektor swasta," tuturnya. 

Pihaknya berkomitmen untuk mempercepat implementasi program strategis ini melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan.

--page

"Melalui PPP, risiko finansial dan operasional dapat dibagi antara sektor publik dan swasta, serta memungkinkan akses pada modal dan keahlian yang tidak selalu tersedia di sektor publik. Ini dapat mempercepat pelaksanaan proyek dan meningkatkan efisiensi, dengan harapan mencapai hasil yang lebih baik untuk masyarakat," tandasnya. (MARINI/Y)