BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya telah dilanda 101 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang Januari hingga September 2024, dengan total luas lahan terbakar mencapai 32,81 hektar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Heri Fauzi, mengungkapkan bahwa pada bulan Januari 2024, hanya terjadi 2 kejadian Karhutla dengan luas lahan terdampak 0,51 hektar.
"Bulan Februari hingga Mei tidak ada kejadian Karhutla," ujar Heri, Rabu, 13 September 2024.
Selanjutnya di bulan Juni, Karhutla kembali terjadi, yakni 2 kejadian dengan luas lahan terdampak 3,36 hektar. Sedangkan di bulan Juli, tercatat 26 kejadian Karhutla dengan luas lahan terdampak 6,57 hektar.
"Bulan Agustus menjadi bulan dengan kejadian Karhutla terbanyak, yaitu 66 kali dengan luas lahan terbakar 20,07 hektar," ungkapnya.
Hingga saat ini, bulan September baru tercatat 5 kejadian Karhutla dengan luas lahan terbakar 2,30 hektar. Heri mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi Karhutla.
--page
"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (PATHUR/Y)









