**Borneonews - Jakarta**, Hubungan pertahanan antara Amerika Serikat dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Chester Lee, yang merupakan perwakilan dari Kantor Kerja Sama Pertahanan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, menyatakan bahwa hubungan kedua negara ini telah mencapai tingkat yang tidak dapat dibayangkan oleh tentara AS yang mendarat di pantai Morotai, Maluku Utara, pada tahun 1944.
Dalam sebuah pidato yang disampaikan pada acara bertajuk *Morotai and Beyond* di Jakarta, Chester mengungkapkan bahwa tentara yang terlibat dalam Pertempuran Morotai kemungkinan besar tidak pernah membayangkan seberapa luas dan dalam hubungan antara AS dan Indonesia akan berkembang delapan dekade kemudian. Ia menegaskan bahwa masa depan hubungan ini pun mungkin akan terus mengalami evolusi yang tidak bisa diprediksi.
Chester menjelaskan bahwa sejak pendaratan tentara AS di Morotai hampir 80 tahun yang lalu, militer Amerikabahkan sebelum adanya Departemen Pertahanantelah berkomitmen untuk mendukung Indonesia sebagai negara yang merdeka dan demokratis. Dukungan ini mencakup prinsip-prinsip demokrasi, perdagangan bebas, serta keamanan di kawasan Asia Tenggara dan dunia secara keseluruhan.
Dia juga menyoroti bahwa perkembangan teknologi terkini, seperti *artificial intelligence* dan bahan bakar alternatif, akan semakin mempercepat perubahan dalam konteks keamanan global. Menurutnya, satu hal yang dapat diandalkan untuk menjaga keamanan wilayah yang aman, terlindungi, bebas, dan terbuka adalah hubungan yang telah terjalin erat antara Indonesia dan Amerika Serikat sejak peristiwa sejarah di Morotai.
Lebih lanjut, Chester menambahkan bahwa militer kedua negara telah berkolaborasi dalam berbagai inisiatif kemanusiaan, termasuk pelatihan untuk misi penjaga perdamaian serta penempatan personel di berbagai lokasi di seluruh dunia. Kerja sama ini juga terlihat selama upaya penanggulangan bencana, seperti pada *Boxing Day Tsunami* yang terjadi pada tahun 2024.
Kini, Indonesia dan Amerika Serikat melaksanakan lebih dari 220 latihan pertahanan gabungan setiap tahunnya. Latihan-latihan ini bervariasi, mulai dari pertukaran pakar hingga kegiatan multilateral yang melibatkan ribuan personel militer. Salah satu latihan yang paling terkenal adalah Super Garuda Shield, yang baru saja selesai dilaksanakan di Jawa Timur.
ANTARA
Hubungan Pertahanan AS-Indonesia, Sejarah dan Perkembangannya
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







