DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, sedang melaksanakan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan desa dan kelurahan dalam menghadapi bencana alam. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang mungkin terjadi. Kegiatan yang bertajuk *Desa/Kelurahan Tangguh Bencana* secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana. Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong serta penyerahan alat pemotong kayu atau *chainsaw* kepada perwakilan dari desa dan kelurahan. Acara ini berlangsung di salah satu hotel di Denpasar pada hari Jumat. Ida Bagus Alit Wiradana menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang digagas oleh BPBD Kota Denpasar. Menurutnya, berbagai faktor, mulai dari kondisi geografis hingga demografis, menjadikan Indonesia, termasuk wilayahnya, rawan terhadap bencana, baik itu bencana alam, bencana nonalam, maupun bencana sosial. Dengan adanya inisiatif untuk membentuk *Desa/Kelurahan Tangguh Bencana*, diharapkan setiap wilayah dapat mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dengan potensi bencana yang ada dan segera melakukan pemulihan setelah mengalami dampak. Hal ini penting agar masyarakat dapat lebih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal dalam menghadapi situasi darurat. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Denpasar, AA Gede Agung Dharma Putra, dalam laporannya, menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat di setiap desa dan kelurahan di Kota Denpasar. Agung Dharma Putra menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait penanggulangan bencana kepada seluruh desa dan kelurahan yang ada di daerah tersebut. “Harapan kami adalah dengan program dan sosialisasi yang kami lakukan, masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai objek, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam menangani, memantau, dan mengevaluasi situasi, sehingga dapat mengurangi risiko bencana di wilayah mereka,” ungkap Agung Dharma Putra. Sebagai bagian dari kegiatan ini, sebanyak 43 unit *chainsaw* juga dibagikan kepada relawan di tingkat desa dan kelurahan di Kota Denpasar, sebagai alat bantu dalam upaya penanggulangan bencana. ANTARA