JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk meningkatkan produktivitas *urban farming* di DKI Jakarta. Kerja sama ini mencakup berbagai bentuk pembinaan, penyediaan pupuk, serta layanan pertanian yang dihadirkan untuk 31 Kelompok Tani (*Poktan*) yang berpartisipasi dalam program tersebut. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki program yang berfokus pada penguatan ketahanan nasional melalui optimalisasi potensi *urban farming* yang tersimpan di Jakarta. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjalankan inisiatif tersebut, mengingat bahwa secara umum, saat ini memasuki musim tanam. Pada kesempatan tersebut, Pupuk Indonesia telah menyuplai bantuan pupuk sekitar 6 ton urea dan 6 ton NPK, serta menyediakan fasilitas mobil uji tanah. Dalam proses pendukungannya, Pupuk Indonesia menyertakan layanan Mobil Uji Tanah (*MUT*) yang bertujuan untuk mengevaluasi kesuburan tanah di lokasi budidaya para Poktan. Hasil dari pemeriksaan *MUT* menunjukkan bahwa distribusi pupuk meliputi 6.300 kilogram pupuk nonsubsidi Urea Nitrea dan 6.300 kilogram NPK Phonska nonsubsidi. Tri menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi tanah di area tersebut. Ia menyatakan, "Kami melakukan pengecekan terlebih dahulu. *Alhamdulillah*, kondisi tanah di sini cukup baik, dengan tingkat pH yang berada dalam rentang normal antara 6 hingga 7. Meski begitu, kami menemukan adanya defisit nitrogen, sehingga kami memutuskan untuk memberikan pupuk Urea, karena unsur pospat dan kalium tercatat dalam kondisi yang baik di sini." Dukungan Pupuk Indonesia juga mencakup edukasi mengenai pemupukan yang seimbang bagi petani perkotaan, dengan pendekatan yang lebih modern dan presisi. Melalui program kolaborasi ini, diharapkan dapat berlanjut untuk pla kelompok tani lainnya di Jakarta dan di seluruh nusantara. "Dari kegiatan hari ini, kami berfokus pada 31 Kelompok Tani yang tersebar di lima daerah yang ada di DKI Jakarta. Kami berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi ini dan tidak berhenti sampai di sini. Edukasi untuk petani-petani dalam kelompok ini akan terus kami lakukan," tegas Tri Wahyudi. Pj Gubernur DKI Jakarta juga memberikan apresiasi terhadap program *urban farming* yang telah direalisasikan oleh Pupuk Indonesia. Ia menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk memaksimalkan potensi lahan yang dimiliki guna mendukung ketahanan pangan nasional. "Kami berharap, program yang diusung oleh Pupuk Indonesia ini dapat menyebar ke masyarakat lainnya di Jakarta, sehingga pengembangan *urban farming* semakin meluas," katanya. Di sisi lain, Kepala Badan Diklat Kejaksaan, Rudi Margono, juga menyoroti partisipasi Kejaksaan Agung dalam kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran Kejaksaan bertujuan untuk memberikan pendampingan hukum yang sesuai dengan tata kelola program Corporate Social Responsibility (*CSR*) yang dijalankan. Ia berharap semua perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun swasta, dapat melaksanakan program *CSR* ini dengan efektif, yang mencakup pendampingan dan peningkatan kesejahteraan yang menyeluruh. Dengan adanya dukungan dari Kejaksaan Agung RI, diharapkan program ini dapat memperkuat jaringan untuk mendukung intensifikasi pertanian melalui pemanfaatan *CSR* dan pendampingan hukum yang optimal. ANTARA