SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Persiapan untuk Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 13 Oktober 2024 telah mencapai tahap 80 persen. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana Panitia Bersama Peparnas, DB Susanto, saat memberikan keterangan mengenai kemajuan persiapan di Solo, Jawa Tengah pada Jumat. Susanto menjelaskan bahwa saat ini persiapan teknis masih terus berjalan dengan lancar. Ia berharap tinggal 21 hari ke depan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mencapai tujuan penyelenggaraan Peparnas yang sukses. Lebih lanjut, Susanto mengungkapkan bahwa Kota Solo memiliki keuntungan dalam hal kesiapan venue atau lokasi pertandingan. Sebagian besar tempat tersebut dalam kondisi siap pakai, dan hanya beberapa yang memerlukan persiapan kecil untuk menyelesaikannya. Dari aspek anggaran, Ketua Pelaksana berharap segera ada kepastian dari pemerintah pusat, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan Peparnas. "Kami mengharapkan agar rasionalisasi anggaran dapat berjalan dengan baik, tanpa pengurangan yang tidak proporsional. Saat ini, anggaran yang disetujui pemerintah belum mendapatkan kepastian," tambahnya. Di kesempatan yang sama, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, mengungkapkan bahwa pihak panitia telah mengajukan anggaran sebesar Rp426 miliar. Namun, kepastian mengenai besaran anggaran dari pemerintah untuk kegiatan Peparnas kali ini masih menunggu. "Ini masih tentatif, dan jika ada pengurangan, kami berharap jumlahnya tidak terlalu banyak. Saat ini yang kami tunggu adalah kepastian anggaran dan percepatan proses," ujarnya. Senny juga mencatat bahwa ia telah melaporkan situasi ini kepada Presiden Joko Widodo. "Telah saya laporkan kepada Presiden bahwa anggaran terbatas; beliau akan meninjaunya lagi karena Peparnas adalah event penting untuk menemukan dan mengasah atlet. Kami berharap Peparnas dapat berlangsung sesuai rencana, mengingat ini merupakan satu-satunya pesta olahraga bagi penyandang disabilitas di Indonesia," katanya. Mengenai jumlah peserta, Senny menyatakan bahwa hingga saat ini sudah ada 3.100 atlet dan 1.500 ofisial yang telah mengonfirmasi kehadiran. "Masih ada perubahan dinamika dari daerah-daerah, dengan semakin banyak daerah yang mendapat perhatian, sehingga dapat menyebabkan peningkatan jumlah delegasi yang datang. Namun, kami masih menghadapi beberapa tantangan, seperti dari Nusa Tenggara Timur yang belum mendapatkan fasilitasi. Untuk hal ini, kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri," tutupnya. ANTARA