KENDARI –
**Borneonews - Baubau**, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Baubau, yang terletak di Sulawesi Tenggara, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat, termasuk gudang Bulog serta beberapa gudang distributor dan pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan-bahan pokok menjelang perayaan hari besar Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Baubau, La Ode Ali Hasan, menjelaskan bahwa hasil pantauan yang dilakukan bersama sejumlah pihak dari Pemkot Baubau dan Forkopimda menunjukkan bahwa harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil. Meskipun demikian, terjadi sedikit kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti *minyak goreng* dan *cabe rawit merah*. Ketersediaan bahan pokok di tingkat distributor dan gudang Bulog juga terlihat terjaga dengan baik. "Kemarin, kami mencatat ada beberapa bahan pangan yang mengalami sedikit kenaikan harga, misalnya *minyak curah* dan *cabai rawit*. Namun, untuk komoditas lainnya seperti *cabai merah besar*, *telur*, *bawang merah*, *bawang putih*, *minyak goreng kemasan*, dan berbagai jenis ikan, harganya masih relatif stabil," ungkapnya. La Ode Ali Hasan juga menyoroti bahwa daya beli masyarakat dalam bulan ini mengalami sedikit penurunan. Menurut para pedagang, hal ini merupakan tren yang biasa terjadi setiap tahun, terutama saat memasuki tahun ajaran baru, yang bersamaan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam upaya menjaga kestabilan harga bahan pangan, TPID mengadakan pasar murah secara berkelanjutan. Ini merupakan salah satu langkah yang diambil sebagai respons terhadap potensi inflasi, sejalan dengan arahan dari Penjabat Wali Kota Baubau, serta Pemerintah Provinsi dan Pusat. Ketersediaan stok bahan pokok dan kebutuhan lainnya di pasar Wameo, serta di gudang Bulog, saat ini terpantau cukup baik dan tidak ada kendala yang berarti. Dengan demikian, persiapan untuk menyambut hari-hari besar keagamaan, termasuk bulan Maulid, dapat berlangsung dengan lancar. ANTARA