BORNEONEWS, Kasongan - Para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan harus memiliki produk andalan. Dalam jangka setahun sesuai kontrak, SKPD dapat dinilai, mana yang memenuhi target dan sasaran, dan stagnan atau tidak memenuhi target dengan baik.

"Berdasarkan kontrak kinerja itu kan cukup banyak ya poin yang harus dikerjakan sesuai target, jadi harus ada titik sentral produk khusus yang dikelola sebagai andalan atau brand," sebut Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie seusai melakukan penandatangan kontrak kinerja dengan puluhan kepala SKPD di Aula Dinas Pendapatan Daerah Katingan, Jumat (29/7/2016).

Bupati mengaku terkait produk andalan dimasing-masing SKPD termasuk kecamatan-kecamatan ini, pihaknya sudah mengkaji di bagian Ortal Setda Katingan. Yakni mengenai konsep-konsep sasaran strategis. "Masing-masing SKPD berbeda-beda, sesuai tupoksi masing-masing, dan saya berharap ini menjadi perhatian SKPD sekalian."

Dalam melakukan pemantauan kinerja SKPD ini, Bupati Tenglie mengaku jika supervisi bakal dilakukan para staf ahli bupati. Setiap triwulan para kepala SKPD diminta melaporkan hasil kinerjanya. Sedangkan yang melakukan penilaian kinerja terhadap para kepala SKPD ini adalah tim independen.

"Sampai nanti pada waktunya saudara sendiiri yang akan menentukan jabatan itu, jadi bukan saya selaku bupati yang menentukan jabatan, melainkan adalah dari diri saudara sekalian," pesan Bupati Tenglie.

Bupati juga menuturkan kegiatan yang dilaksanakan SKPD ini harus memilik manfaat bagi masyarakat. Dan setiap mata anggaran itu harus jelas dan tidak terkesan asal-asalan. Dia menggambarkan misalnya Dinas Pertanian yang membangun irigasi, ini harus berada di sekitar persawahan.

"Itulah yang kita harapkan. Teknisnya akan disusun staf ahli terkait acuan target. Misalnya tenaga guru, ini harus memenuhi kebutuhan. Kesehatan juga penting terutama pelayanan puskesmas," kata Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie. (ABDUL GOFUR/N).