JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Dua peselancar asal Aceh telah berhasil meraih tiket untuk melangkah ke babak semifinal dalam kategori *longboard* putra dalam kompetisi selancar ombak. Mereka mencatatkan prestasi yang gemilang setelah menyelesaikan perempat final yang berlangsung di Pantai Riting, Aceh Besar, pada hari Jumat. Perwakilan Aceh dalam semifinal terdiri dari Dhanny Widianto dan Arip Nurhidayat. Ditemani oleh dua peselancar lainnya, yakni Tedi Kurniadi dari Jawa Barat dan Ivan Krisnadewa Sudena dari Bali, mereka akan bersaing untuk meraih posisi terbaik dalam kompetisi ini. Dhanny Widianto menunjukkan performa mengesankan dengan meraih skor 8,00 pada gelombang kedua, mendekati skor maksimum 10. Ditambah dengan pencapaiannya di gelombang ketiga, di mana ia mendapatkan nilai 7,17, ia berhasil memperoleh total skor 15,17 dari 20 poin yang mungkin diraih. Skor tersebut cukup untuk mengamankan posisinya di semifinal, mengungguli peselancar Jawa Barat, Dean Permana, yang hanya mendapatkan total 8,34. Di sisi lain, Arip Nurhidayat juga tampil cemerlang dengan mengumpulkan dua skor tertinggi, yaitu 6,50 dan 5,70. Dengan akumulasi skor total 12,20, ia berhasil mengalahkan peselancar asal Bali, I Gede Arya Eka Wira Dharma, yang hanya meraih skor total 10,13. Sementara itu, Tedi Kurniadi dari Jawa Barat menunjukkan performa yang solid dengan skor tertinggi 6,60 dan 6,33, sehingga totalnya menjadi 12,93. Ia berhasil mengalahkan Leonardo Sinaga dari Sumatera Utara yang mendapatkan skor total 9,67. Ivan Krisnadewa Sudena dari Bali juga mencuri perhatian dengan meraih dua skor tertinggi, yaitu 6,67 dan 7,67, sehingga ia mendapatkan total 14,34. Kesuksesannya membawa ia melaju ke semifinal setelah mengalahkan Dhimas Shabil dari DKI Jakarta yang hanya mencatatkan skor 10,73. Di babak semifinal, akan berlangsung pertandingan antara Dhanny Widianto melawan Tedi Kurniadi, dan Arip Nurhidayat akan berhadapan dengan Ivan Krisnadewa Sudena. Persaingan di semifinal ini dipastikan akan berlangsung menarik dan penuh tantangan, mengingat masing-masing peselancar memiliki kemampuan yang patut diperhitungkan. ANTARA