**Borneonews - Banda Aceh**, Tim panahan dari daerah Jakarta dan Banten berhasil mencapai babak final dalam kategori compound beregu campuran pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada hari Jumat.
Jakarta, yang diperkuat oleh atlet Nurisa Dian dan Hendika Pratama, membuka langkah mereka dengan mengalahkan tim DI Yogyakarta dalam babak perempat final dengan skor 156-147. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi mereka untuk melanjutkan ke semifinal.
Pada semifinal, Jakarta menghadapi Jawa Tengah. Pertandingan ini berlangsung cukup ketat namun diakhiri dengan skor 154-150, yang berarti Jakarta melaju ke final. Tim yang dijuluki 'The Big Durian' ini menunjukkan kekuatan dan konsistensi yang baik selama pertandingan.
Sementara itu, tim Banten, yang diperkuat oleh atlet Syahara Khoerunisa dan Danara Handaja, juga menunjukkan performa yang mengesankan. Mereka berhasil mengalahkan Kalimantan Timur di perempat final dengan skor 158-153, sebelum kemudian melawan Jawa Barat di semifinal. Pertarungan itu dimenangkan oleh tim Banten dengan skor tipis 155-153, memastikan mereka melaju ke final.
Kini, Jakarta dan Banten akan saling berhadapan di final untuk memperebutkan medali emas pada hari Sabtu, 14 September. Di hari yang sama, Jawa Tengah dan Jawa Barat juga akan berkompetisi untuk merebut medali perunggu.
Dalam PON XXI, cabang olahraga panahan memperebutkan total 19 medali emas, yang dibagi dalam delapan nomor perorangan dan sebelas nomor beregu. Pertandingan berlangsung dari tanggal 10 hingga 19 September 2024.
ANTARA
Jakarta dan Banten Melaju ke Final Panahan PON XXI 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rumah Bruno Fernandes Dirampok saat MU Kalah 1-4 dari Como 1907
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Pemerintah Salurkan Kredit Rp53 Triliun kepada 2,1 Juta Debitur
Realisasi KUR Tembus Rp260 Triliun hingga Oktober 2026
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Komentar (0)
Memuat komentar…







