**Borneonews - Deli Serdang, Sumatera Utara**, Kontingen Jawa Timur berhasil mengambil alih posisi DKI Jakarta dalam perolehan medali emas pada hari kedua kompetisi cabang olahraga *wushu* dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara.
Pada hari itu, yang dihelat di GOR Disporasu, Deli Serdang, provincial Jawa Timur berhasil meraih empat medali emas serta dua medali perak. Dengan tambahan medali tersebut, total perolehan medali Jawa Timur di cabang *wushu* kini menjadi lima medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu, menjadikannya sebagai pemimpin sementara dalam klasemen.
Di sisi lain, DKI Jakarta menempati posisi kedua dalam daftar perolehan medali setelah hanya menambah dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu pada hari kedua. Total medali yang berhasil dihimpun DKI Jakarta hingga saat ini yaitu empat medali emas, tiga perak, dan lima perunggu.
Dari empat medali emas yang diraih Jawa Timur, dua di antaranya disumbangkan oleh pasangan atlet Michael Arroll Nestor Jennings dan Jessie Djalimin. Mereka berdua berhasil menaklukkan nomor *taolu* wing chun wooden dummy dan wing chun butterfly sword untuk kategori putra dan putri. Sementara itu, Muhammad Daffa Golden Boy juga mencetak prestasi gemilang dengan meraih emas di nomor *taolu* jianshu serta qiangshu untuk putra, dan Jennifer Tjahyadi menambahkan medali emas lainnya melalui nomor daoshu dan gunshu untuk putri.
Atlet Jawa Timur lainnya, Shakira Marini Putri dan Ahmad Ghifari Fuaiz, berhasil meraih masing-masing satu medali perak dari kategori wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putri serta jianshu dan qiangshu putra.
Sementara itu, pembalap DKI Jakarta Edgar Xavier Marvelo meraih dua medali emas pada hari kedua, masing-masing dari nomor daoshu dan gunshu untuk kategori putra, serta Patricia Geraldine di nomor jianshu dan qiangshu untuk putri. Selain itu, DKI Jakarta juga mendapatkan satu medali perak dari Eugenia Diva Widodo di nomor daoshu dan gunshu untuk putri, ditambah tiga medali perunggu dari Ivana Beatrice L, Keane McLaren Lee, dan Carlson Sasmita.
Meskipun tuan rumah Sumatera Utara dan Jawa Barat tidak berhasil meraih satu pun medali pada hari kedua, mereka tetap menduduki peringkat ketiga dan keempat dalam klasemen perolehan medali, dengan masing-masing dua dan satu medali emas.
Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah berhasil menambah koleksi medali mereka masing-masing dengan satu medali perak. Muhammad Rizqi Kurniawan sukses meraih perak untuk Yogyakarta di nomor daoshu dan gunshu putra, sedangkan Rio Noviansyach membawa pulang perak untuk Jawa Tengah dari nomor wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putra.
Sejumlah provinsi lainnya juga berhasil meraih medali pada hari kedua pertandingan, di mana kontingen Bali memperoleh satu medali perak dari nomor jianshu dan qiangshu putri melalui Orchyda Tsabita Phasha Rahadi. Provinsi Jambi mendulang dua medali perunggu berkat Veren Aprillia di nomor jianshu dan qiangshu putri serta Sukma Tri Nur Azizah di nomor wing chun wooden dummy + wing chun butterfly sword putri. Selain itu, Nusa Tenggara Timur berhasil membuka rekening medali dengan Melvern Liang Alianto yang meraih perunggu di nomor daoshu dan gunshu putra.
Ajang cabang olahraga *wushu* pada PON XXI Aceh-Sumut ini diadakan dari tanggal 12 hingga 15 September, dengan total 29 medali emas, 29 medali perak, dan 40 medali perunggu yang diperebutkan dari 29 nomor yang dipertandingkan.
ANTARA
Jawa Timur Pimpin Perolehan Medali Wushu PON XXI Aceh-Sumut
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
Komentar (0)
Memuat komentar…







