BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Athary Zahraa, seorang atlet menembak dari Jawa Tengah, merasakan kebingungan saat namanya diumumkan sebagai juara setelah meraih skor tertinggi sebesar 250,5 poin dalam nomor *10m air rifle women* pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Kejadian tersebut berlangsung di Lapangan Tembak Rindam, Mata Ie, pada hari Jumat. Ekspresi bingung dan tidak percaya terlihat jelas di wajah Athary, mengingat ia berhasil mengungguli Monica Daryanti dari Banten. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat pada tembakan terakhir, Athary hanya mendapatkan nilai 9,9 poin setelah sebelumnya mencetak 10,7 poin. Saat namanya diumumkan sebagai peraih medali emas, Athary tidak dapat menahan haru dan air mata bahagia. Ia berhasil menggeser Monica, yang sebelumnya bertengger di posisi teratas, harus puas dengan medali perak dan mencatatkan nilai 249,1 persen pada akhir sesi terakhir. Posisi ketiga ditempati oleh Aulia Rahma Salsabilah, seorang atlet dari Bangka Belitung, yang berhasil meraih medali perunggu dengan total nilai 227,5 persen. Pertandingan ini menampilkan sejumlah atlet muda yang menunjukkan semangat dan energi tinggi, saling berjuang untuk mendapatkan poin terbaik. Namun, terlihat pula nuansa kekecewaan di wajah para peserta lainnya yang harus menerima kenyataan harus tersisih dari kompetisi. Mereka harus bersaing untuk memperoleh medali emas, perak, dan perunggu, yang menjadi impian setiap atlet. Pertandingan malam itu menandai penutupan untuk cabang olahraga menembak dalam nomor *10m air rifle women* pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Secara keseluruhan, cabang menembak memperebutkan 40 medali emas dengan diikuti oleh 316 atlet yang berasal dari 33 provinsi. ANTARA