BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Pemerintah Kota Pangkalpinang, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini memberikan bantuan kepada sejumlah warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Bintang. Penyerahan dokumen kependudukan ini merupakan salah satu bentuk inovasi dalam pelayanan publik yang diusung oleh pemerintah setempat. Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, menyebutkan bahwa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) telah melaksanakan penyerahan dokumen kependudukan kepada korban yang kehilangan dokumen-dokumen pentingnya akibat kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut. Dalam acara menyerahkan dokumen tersebut, Budi Utama didampingi oleh Kepala Disdukcapil, Camat Rangkui, serta Lurah Bintang bersama sejumlah pegawai dari Disdukcapil Kota Pangkalpinang. Pada kesempatan itu, sebanyak 10 lembar dokumen diserahkan, di antaranya termasuk dua kartu keluarga, tiga akta kelahiran, tiga akta kematian, serta dua lembar KTP elektronik. "Program ini merupakan bagian dari inovasi pelayanan publik kami yang disebut *Pelangi di Matamu*. Melalui program ini, kami berusaha untuk memberikan warna baru bagi kehidupan masyarakat yang terdampak kebakaran," imbuhnya. Inovasi *Pelangi di Matamu* ini diharapkan dapat menjadi respons cepat dari Disdukcapil Kota Pangkalpinang untuk membantu masyarakat yang mengalami kehilangan dokumen penting. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan warga dapat segera memulihkan kehidupan mereka setelah mengalami musibah tanpa harus menghadapi kesulitan dalam melakukan urusan administrasi kependudukan. Melalui langkah ini, Pemkot Pangkalpinang menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan yang responsif dan efektif bagi warganya, khususnya dalam situasi darurat seperti kebakaran yang baru saja terjadi. Pelayanan yang dihadirkan diharapkan dapat memberikan kelegaan dan dukungan kepada para korban dalam mengatasi dampak dari bencana yang mereka alami. ANTARA