JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi ini tercatat masuk dalam sepuluh besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, menduduki posisi kedelapan. Data ini dihasilkan dari pemantauan yang dilakukan oleh situs IQAir pada pukul 05.00 WIB, yang menunjukkan Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada pada level 69, yang termasuk dalam kategori sedang. Indeks dengan kategori sedang tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta tidak berdampak pada kesehatan manusia maupun hewan. Namun, kualitas tersebut dapat memengaruhi tumbuhan sensitif dan juga aspek estetika lingkungan. Rentang untuk kategori ini, sebagaimana didefinisikan, yaitu PM2,5 yang berkisar antara 51-100. Di sisi lain, jika kualitas udara dicategorikan sebagai tidak sehat, maka hal tersebut merujuk pada kondisi udara yang dapat memberikan dampak negatif kepada kelompok sensitif, termasuk manusia dan hewan. Selain itu, kualitas udara yang tidak sehat juga dapat merusak tumbuhan atau merugikan elemen estetika lingkungan. Kualitas udara dalam kategori baik ditandai dengan level yang tidak menimbulkan efek kesehatan baik bagi manusia maupun hewan dan juga tidak mempengaruhi tumbuhan serta bangunan, dengan rentang PM2,5 di antara 0-50. Di kategori yang lebih mendesak, yaitu sangat tidak sehat, kualitas udara menunjukkan rentang PM2,5 antara 200-299, yang dapat merugikan kesehatan sejumlah kelompok populasi yang mengalaminya. Terakhir, kategori berbahaya merujuk pada PM2,5 yang mencapai angka 300 hingga 500, di mana kualitas udara ini secara umum dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius bagi populasi. Selain Jakarta, kota dengan kualitas udara terburuk saat ini adalah Kuwait City di Kuwait yang berada dalam posisi pertama dengan AQI mencapai 293. Di urutan kedua terdapat Kampala di Uganda dengan angka 166, diikuti oleh Kinshasa di Kongo pada posisi ketiga dengan angka 137. Urutan keempat adalah Johannesburg di Afrika dengan angka 132, dan Sao Paulo di Brazil pada urutan kelima dengan mencapai 112. Di urutan keenam, Tashkent di Uzbekistan mencatat angka 110, sedangkan Dubai di Uni Emirat Arab menempati urutan ketujuh dengan angka 105. Kota Cairo di Mesir berada di urutan kesembilan dengan angka 96, dan melengkapi daftar sepuluh besar adalah Karachi di Pakistan, juga dengan angka yang sama yaitu 96. ANTARA