**Borneonews - Mataram**, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lokal. Upaya ini dilakukan melalui PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Lombok dengan fokus pada pengembangan produk olahan berbasis mangrove dan kepiting.
Manager PT PLN UPK Lombok, Anton Wibisono, menyatakan bahwa pelatihan yang diselenggarakan ini merupakan salah satu langkah strategis PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB, khususnya untuk Kabupaten Lombok Barat. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif di tengah tantangan yang dihadapi dalam era industri 4.0 saat ini.
Anton menambahkan, Desa Lembar Selatan, khususnya Dusun Puyahan, memiliki potensi alam yang sangat mendukung, yaitu kepiting dan biji mangrove. Dengan memanfaatkan sumber daya ini melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (*TJSL*) dari PLN, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk serta kapasitas produksi kerupuk kepiting yang dihasilkan oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka.
Dalam rangka melaksanakan program *TJSL* ini, PLN memberikan berbagai bantuan kepada UMKM. Bantuan tersebut mencakup peralatan produksi, pelatihan dalam pengolahan produk, pemasaran kopi mangrove, serta eksplorasi lebih lanjut dalam pemanfaatan kepiting bersinergi dengan UMKM Ekowisata Lembar Selatan.
Peralatan produksi yang diberikan terdiri dari tujuh jenis mesin, yang meliputi mesin giling kopi, mesin pemanggang kopi, mesin pemotong kerupuk, mesin pengaduk, mesin pengemas, oven, dan mesin penghancur. Melalui pelatihan ini, diharapkan 30 peserta tidak hanya mampu mengolah kepiting dan kopi mangrove menjadi produk yang berkualitas tinggi, namun juga dapat mengembangkan strategi pemasaran yang efektif agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Muh. Saleh, Kepala Desa Lembar Selatan, mengungkapkan bahwa desanya memiliki sumber daya yang sangat besar untuk dikembangkan. Potensi ini dimanfaatkan oleh PLN untuk bekerja sama dengan masyarakat setempat sehingga dapat menciptakan produk olahan berkualitas melalui inisiatif UMKM Ekowisata Lembar Selatan.
Saleh juga menekankan bahwa bantuan ini merupakan tahun kedua yang diberikan oleh PLN. Ia optimis bahwa dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara PLN, aparat desa, serta warga, Desa Lembar Selatan dan Dusun Puyahan bisa menjadi desa yang mandiri, berdaya saing, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Husni, yang berperan sebagai mentor dalam pelatihan produksi dan pemasaran, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN atas semua bantuan yang telah diberikan. Ia berharap masyarakat Dusun Puyahan semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha olahan kepiting dan kopi mangrove, mengingat UMKM Ekowisata Lembar Selatan memiliki variasi produk khas, termasuk kerupuk, kopi mangrove, dan olahan mi.
General Manager PT PLN UIW NTB, Sudjarwo, memberikan apresiasi kepada kerjasama dan semangat para pemuda yang tergabung dalam UMKM Ekowisata Lembar Selatan. Ia menyoroti prestasi mereka yang telah meraih juara ketiga dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (*ADWI*) 2023. Sudjarwo menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif lokal hero, dan PLN berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi daerah.
ANTARA
PLN Dukung UMKM Mataram Kembangkan Produk Olahan Mangrove dan Kepiting
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







