PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan ekonomi hijau telah menjadi keniscayaan dalam upaya mencapai keberlanjutan. Dalam konteks ini peran pembiayaan dalam hilirisasi sumber daya alam atau SDA menjadi sangat penting.

"Hilirisasi yang berhasil tidak hanya meningkatkan nilai tambah SDA, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih ramah lingkungan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias pada Sabtu, 14 September 2024.

Karenanya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah kerap melaksanakan diseminasi perekonomian yang menyoroti berbagai aspek penting dalam pembangunan ekonomi hijau.

"Salah satu success story yang dibahas adalah proyek hilirisasi di sektor perkebunan yang berhasil meningkatkan nilai tambah produk lokal," katanya.

Proyek ini menurutnya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek hilirisasi lainnya di Kalimantan Tengah.

"Arah pembangunan ekonomi Kalimantan Tengah ke depan juga menjadi fokus. Pandangan mengenai strategi dan kebijakan yang perlu diambil untuk mendukung ekonomi hijau tentu perlu diperhatikan. Pandangan-pandangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan dan keputusan bisnis yang lebih berkelanjutan," tuturnya.

Berbagai pandangan dinilai sangat penting bagi pelaku industri, investor, dan kalangan dunia usaha.

"Dengan memahami arah pembangunan ekonomi yang mendukung ekonomi hijau, mereka dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan," jelas Andri lagi.

Dengan demikian, Kalimantan Tengah dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)