**Borneonews - Deli Serdang, Sumatera Utara**, Manajer tim wushu Jawa Timur, Sherly Hoediono, mengungkapkan bahwa keberhasilan timnya dalam meraih lima medali emas pada hari kedua perlombaan wushu di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024 didorong oleh semangat para atlet yang "bonek" atau nekat. Menurut Sherly, sikap berani dan latihan yang komitmen menjadi kunci utama kesuksesan tersebut.
"Rahasia di balik pencapaian ini adalah karakter anggota tim yang cukup 'bonek'. Mereka berlatih dengan sangat keras," ungkapnya saat ditemui di GOR Disporasu, Deli Serdang, pada hari Sabtu.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak terlepas dari rutinitas latihan yang intens dan disiplin tinggi. Semua anggota tim menjalani program latihan yang teratur, tanpa mengenal jeda meskipun tidak ada kompetisi yang berlangsung.
Latihan dibagi menjadi dua sesi yang dijadwalkan pada pagi dan sore hari, masing-masing berlangsung selama tiga jam. Satu-satunya waktu libur yang diberikan adalah di hari Minggu.
Sherly menjelaskan, program latihan ini dirancang untuk mengoptimalkan performa atlet dengan memanfaatkan fasilitas latihan yang khusus dan terpisah dari sasana lain. Hal ini memungkinkan para atlet untuk berkonsentrasi penuh tanpa adanya gangguan dari faktor eksternal.
"Kami benar-benar memfokuskan perhatian pada mereka, agar tidak terganggu oleh aktivitas lain," jelasnya.
Kesiapan dan kematangan para atlet pun tercipta berkat latihan intensif yang dilakukan di China. Sherly menggarisbawahi bahwa kemampuan teknis atlet yang sudah kuat sebelumnya semakin terasah dengan pengalaman bertanding di luar negeri.
Pembangunan dan pembinaan di Jawa Timur tidak hanya menekankan pada aspek fisik, tetapi juga pada kekuatan mental atlet. Tim pelatih berkomitmen untuk mendorong para atlet agar berjuang secara maksimal demi masa depan mereka.
"Kami memberikan kebebasan kepada atlet untuk menentukan seberapa jauh mereka ingin berprestasi, karena karier olahraga mereka masih panjang," ujarnya.
Sherly mengingatkan para atlet yang telah meraih penghargaan dalam PON 2024 agar selalu rendah hati dan terus berupaya untuk mencapai hasil yang lebih baik. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras individu, melainkan juga berkat dukungan dari banyak pihak serta izin dari Yang Maha Kuasa.
"Harus selalu diingat bahwa prestasi yang diraih ini bukan hanya milik satu orang. Banyak yang terlibat dalam pencapaian ini. Dan yang terpenting, ini semua terjadi atas restu dari yang di Atas," tutupnya.
Hingga saat ini, tim wushu Jawa Timur sukses menduduki posisi teratas dalam perolehan medali PON 2024, dengan total lima medali emas, enam perak, dan dua perunggu. Pada hari pertama, tim ini berhasil meraih satu emas, empat perak, dan dua perunggu. Emas pertama untuk Jawa Timur diraih oleh Alisya Mellynar melalui *taijiquan* putri, sementara empat medali perak lainnya berhasil disumbangkan oleh Muhammad Daffa Golden Boy dalam kategori *changquan* putra, Jennifer Tjahyadi dalam *changquan* putri, Rainer Reinaldy Ferdiansyah dalam *taijiquan* putra, dan Nicholaus Karanka Adinugroho pada *nanquan* putra.
Dari dua medali perunggu, Seraf Naro Siregar mempersembahkan dari *changquan* putra, dan Akbar Dwi Affandi pada *nanquan* putra.
Pada hari kedua, prestasi Jawa Timur semakin membanggakan dengan tambahan empat medali emas dan dua perak. Deretan emas kali ini didapatkan dari Michael Arroll Nestor Jennings dan Jessie Djalimin, serta Muhammad Daffa Golden Boy yang berhasil meraih medali emas dari kategori *taolu* jianshu dan qiangshu putra, serta Jennifer Tjahyadi dari *daoshu* dan *gunshu* putri.
Shakira Marini Putri dan Ahmad Ghifari Fuaiz juga menyumbang perak untuk tim, serta berpotensi kembali mengumpulkan medali tambahan pada hari ketiga dan keempat.
Pada hari ketiga, harapan medali dari Jawa Timur sangat terbuka melalui Ahmad Ghozali Fuaiz dan Terrence Tjahyadi dalam pertandingan *nandao* dan *nangun* putra, serta satu wakil putri, Aqila Ghaida Fuaizah. Selain itu, para wakil untuk *taijijian* putra dan putri juga sedang dipersiapkan.
Dari nomor beregu, Jawa Timur akan menurunkan masing-masing dua tim untuk kategori putra dan putri. Sementara pada sektor *sanda*, Jawa Timur masih memiliki empat atlet yang berada di semifinal dengan berbagai kategori yang sebelumnya ditentukan.
Perlombaan wushu dalam PON 2024 berlangsung dari 12 hingga 15 September, dimana 29 medali emas, 29 medali perak, dan 40 medali perunggu akan diperebutkan dari total 29 nomor yang ada.
ANTARA
Kesuksesan Tim Wushu Jawa Timur di PON 2024, Raih Lima Emas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Komentar (0)
Memuat komentar…







