**Borneonews - Bandung**, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rasa herannya setelah dirinya dilaporkan atas dugaan perundungan yang terjadi pada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pihak universitas telah mengakui adanya kejadian tersebut.
Dalam pernyataannya, Budi menyampaikan, "Ini memang cukup mengherankan. Namun, di satu sisi, pihak Undip sudah mengonfirmasi bahwa insiden ini benar adanya." Hal ini ia sampaikan ketika ditemui di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.
Meskipun merasa heran, Menteri Kesehatan menekankan bahwa dirinya tidak merasa terganggu oleh laporan tersebut. Dia menjelaskan bahwa dia telah menerima keluhan dari para korban mengenai perundungan yang dialami, yang semakin memperkuat pandangannya terhadap permasalahan ini.
"Kami ingin memberikan yang terbaik dan tidak hanya mengandalkan kepercayaan diri. Banyak orang yang mengeluhkan situasi ini," tuturnya.
Budi menegaskan perlunya mengakhiri praktik perundungan di lingkungan pendidikan dan tidak menutup-nutupi masalah ini, terutama setelah ada laporan tentang korban jiwa yang diduga disebabkan oleh tindakan perundungan. "Ini bukan pertama kalinya ada yang meninggal. Sebelumnya pun ada kejadian serupa, tetapi ditutupi. Saatnya kita menghentikan praktik-praktik seperti ini. Kasihan para dokter muda kita," ujarnya dengan tegas.
Sebelumnya, Budi bersama dengan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, telah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Komite Solidaritas Profesi. Laporan yang dibuat pada Kamis, 12 September lalu itu, dianggap mencemarkan nama baik mereka karena dituding menyebarkan berita palsu berkaitan dengan kasus *bullying* yang melibatkan calon dokter spesialis dari Universitas Diponegoro.
Perwakilan dari Komite Solidaritas Profesi, M. Nasser, menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan dinilai telah memberikan informasi yang salah mengenai penyebab kematian dr. Aulia, yang disebutkan meninggal akibat bunuh diri.
Lebih lanjut, Nasser menyatakan bahwa kebohongan tersebut berpotensi menyebabkan keresahan di masyarakat. "Kami melaporkan pejabat Kementerian Kesehatan karena penyebaran berita bohong yang dapat memicu keonaran," jelasnya saat ditemui di Bareskrim Polri.
Nasser juga mengkritik narasi yang menyebutkan bahwa dr. Aulia bunuh diri akibat perundungan, menegaskan, "Bagaimana bisa ada *bullying* pada semester lima? Siapa yang berani melakukan *bullying* pada mahasiswa tingkat itu?"
Dalam menghadapi laporan ini, pihak kepolisian mendorong untuk dilakukannya mediasi terlebih dahulu antara Kementerian Kesehatan dengan pihak pelapor.
ANTARA
Menkes Bingung Dilaporkan Terkait Dugaan Perundungan PPDS
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







