BORNEONEWS, Sampit - BPJS Kesehatan Cabang Sampit menggelar pemeriksaan kanker serviks, di 26 titik di empat kabupaten bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Kanker Leher Rahim atau yang dikenal dengan nama kanker serviks, salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
"Layanan pemeriksaan itu tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur, di 13 lokasi, Lamandau dua lokasi, Kotawaringin Barat dua lokasi dan Seruyan sembilan lokasi. Khusus untuk di Sampit, di Puskesmas Baamang 1, Puskesmas Baamang 2, Puskesmas Pasir Putih dan Puskesmas Ketapang 1," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Atulyadi, Jumat (29/7/2016).
Pemeriksaan yang digelar dalam rangka Ulang Tahun ke-48 BPJS Kesehatan ini, tidak dipungut biaya, alias gratis. Senin (25/7/2016) pagi, BPJS Kesehatan secara serentak menggelar senam sehat dan gebyar pemeriksaan IVA. Kegiatan sosial itu juga ditargetkan masuk Museum Rekor Indonesia.
Di Kotim, kegiatan itu dilaksanakan di ikon Kota Sampit, Patung Jelawat. Selain sekitar 300 peserta perempuan dari berbagai kalangan, turut hadir Bupati Kotim, Supian Hadi dan Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto. Kegiatan juga diisi sosialisasi tentang bahaya kanker serviks, menghadirkan dr Elva Yonathan sebagai narasumber.
"Kami berterima kasih karena dukungan pemerintah daerah luar biasa. Untuk pap smear kami harapkan bisa sebanyak-banyaknya, sedangkan IVA ditargetkan 100 orang," tambah Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Atulyadi.
Bupati Kotim, Supian Hadi sangat mendukung kegiatan itu mengingat kanker serviks sangat berbahaya bagi perempuan. Dia bahkan mendorong agar remaja putri memeriksakan diri untuk mencegah penyakit mematikan itu. Masyarakat diminta tidak khawatir terkait biaya, karena deteksi dini kanker serviks masuk dalam skema pembiayaan jaminan kesehatan nasional dan Kartu Indonesia Sehat. (M. RIFQI/N).








