MANOKWARI –
**Borneonews - Sorong**, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) berkolaborasi dengan Balai Pendidikan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong untuk menyelenggarakan pelatihan otomotif. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang asli Papua dan dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi komunitas lokal. Koordinator Pelatihan Otomotif Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak PBD, Rusli Momot, menjelaskan bahwa program pelatihan ini termasuk dalam kebijakan pemerintah untuk memberdayakan masyarakat Papua. Tujuannya adalah untuk mendukung pendapatan ekonomi masyarakat lokal. “Pelatihan otomotif ini berfokus pada penguatan keterampilan anak-anak Papua di bidang tersebut. Harapannya, mereka nantinya dapat membuka bengkel di wilayah mereka sendiri,” tuturnya. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama dengan BPVP Sorong dan berlangsung selama sepuluh hari. Selama lima hari pertama, peserta akan menerima materi pelajaran, sedangkan lima hari sisanya akan diisi dengan praktik langsung menerapkan materi yang telah dipelajari. “Setelah pelatihan selesai, kami akan memberikan bantuan berupa seperangkat peralatan bengkel yang lengkap untuk mendukung usaha mereka,” tambah Rusli. Instruktur BPVP Sorong, Alia Amirudin, mengungkapkan bahwa pelatihan ini lebih berfokus pada perbaikan sepeda motor injeksi, yang merupakan masalah umum di lapangan. “Karena sering dijumpai masalah pada motor injeksi, kami akan memperdalam pengetahuan peserta mengenai perbaikan injeksi,” ujarnya. Materi yang disampaikan juga mencakup pengetahuan tentang Continuous Variable Transmission (CVT), yang kini umum digunakan pada sepeda motor matik. “Kami juga akan mengenalkan penggunaan alat *scanner*, yang akan dijelaskan dengan rinci kepada para peserta,” tambahnya. Dalam sesi praktik, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jenis materi yang telah diberikan. Peserta pelatihan, Nommensen Saflembolo, menyampaikan rasa bangganya dan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas kesempatan pelatihan ini. “Ini adalah kesempatan luar biasa bagi saya yang akan menjadi modal untuk membuka usaha,” kata Nommensen. Ia berharap agar pemerintah dapat melanjutkan kegiatan serupa secara rutin, sehingga potensi di bidang perbengkelan dapat semakin berkembang dan membantu mendukung usaha di sektor tersebut. ANTARA