**Borneonews - Banda Aceh**, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, yang merupakan salah satu ikon utama daerah tersebut, setiap harinya ramai dikunjungi oleh wisatawan asing dari berbagai belahan dunia. Momen ini semakin terasa dengan adanya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung antara Aceh dan Sumatera Utara.
Mukhtar, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, mengungkapkan bahwa wisatawan asing selalu ada yang berkunjung setiap hari. Namun, ia mengakui bahwa pihaknya tidak melakukan pencatatan khusus mengenai jumlah kunjungan wisatawan asing ke masjid ini.
Informasi mengenai kedatangan wisatawan biasanya diperoleh melalui grup *WhatsApp* yang mengumpulkan laporan dari petugas di pintu masuk penitipan sandal. "Kami mendapatkan laporan dari petugas di pintu masuk, jika ada turis yang datang, jelasnya.
Masjid Raya Baiturrahman memiliki enam pintu masuk, salah satunya berada di lantai bawah tanah. Pengunjung yang merupakan non-Muslim disiapkan busana khusus untuk menghormati peraturan yang berlaku di masjid. Meskipun mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam masjid, pengunjung tetap bisa menjelajahi area sekitar dan pelataran masjid, serta menikmati pemandangan dari menara. Pemandu juga disiapkan bagi mereka yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tempat tersebut.
Mukhtar menegaskan bahwa non-Muslim tidak diperkenankan memasuki bagian dalam masjid, tetapi mereka dilayani dengan baik. Kami menyediakan pakaian yang sesuai untuk menutup aurat dan pemandu untuk memberikan penjelasan," tambahnya.
Seiring dengan berlangsungnya PON Aceh-Sumatra Utara 2024, Masjid Baiturrahman menjadi semakin ramai dikunjungi wisatawan, termasuk dari negara-negara seperti Jerman, Arab, dan beberapa negara Asia seperti China, Jepang, serta Malaysia. Mukhtar menyebutkan bahwa rata-rata terdapat sekitar lima orang turis asing yang datang setiap harinya, terutama dari Malaysia.
Di tengah keramaian ini, pasangan wisatawan asing, Paul Swampillai dan Kim Godbold, tampak menikmati keindahan dan suasana Masjid Raya Baiturrahman. Paul, yang berasal dari Sri Lanka, dan istrinya Kim dari Australia, merasa ini adalah pengalaman pertama mereka berkunjung ke masjid yang menjadi simbol Kota Banda Aceh.
Paul mengakui sempat merasa khawatir terkait penerapan hukum syariah di Aceh sebelum berkunjung, namun ia takjub karena masyarakat di sana sangat ramah dan toleran. Sebagai pengunjung non-Muslim, mereka mengenakan busana yang telah disiapkan agar mereka dapat menghormati adat yang berlaku.
Meskipun beragama Kristen, Paul dan Kim memiliki ketertarikan untuk mengunjungi berbagai tempat ibadah, termasuk masjid yang terkenal selama perjalanan wisata mereka. Mereka telah mengunjungi beberapa masjid megah di negara lain seperti Iran, Turki, dan Suriah. Menurut mereka, Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu yang terindah.
Paul menyatakan kekagumannya terhadap kubah hitam yang megah yang menghiasi Masjid Raya Baiturrahman dan berencana untuk kembali mengunjungi tempat ini di masa yang akan datang.
ANTARA
Wisatawan Asing Marak Kunjungi Masjid Raya Baiturrahman Aceh
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







