**Borneonews - Bandung**, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut serta dalam acara Ayo Sehat Festival 2024 yang diselenggarakan di Gedung Sate, Bandung, pada hari Sabtu lalu. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah untuk memperpanjang harapan hidup.
Menkes Budi menyampaikan, "Saya imbau agar warga mencanangkan hidup sehat, supaya jangan sakit dan bisa mencapai usia 72 tahun bahkan sampai 96 tahun, hingga dapat melihat banyak cicit."
Beliau menekankan bahwa menerapkan pola hidup sehat bisa dimulai dengan melakukan olahraga secara rutin setiap pagi, seperti berjalan mengelilingi rumah. Selain itu, penting untuk memastikan konsumsi makanan yang sehat tanpa berlebih, serta menjalani waktu istirahat yang cukup, idealnya sekitar enam jam setiap malam. "Jika dilakukan konsisten, insya Allah kita bisa menjalani fase hidup minima 72 tahun," tambahnya.
Menkes mencatat pengalaman seorang wanita berusia 96 tahun, Ibu Dewi Rohana, yang hadir di acara tersebut. Ibu Dewi membagikan rahasia panjang umur yang layak dicontoh, antara lain menjaga pola makan yang seimbang dengan lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah, serta membatasi asupan daging. Ibu Dewi juga menekankan pentingnya tidur yang cukup, berjemur di pagi hari, dan melakukan pekerjaan rumah tanpa terlalu mengandalkan alat atau mesin.
Ia juga menyarankan untuk secara rutin memeriksa kadar gula darah, kolesterol, dan menjaga ukuran lingkar perut agar tetap dalam batas ideal, yaitu di bawah 90 cm untuk pria dan di bawah 80 cm untuk wanita. "Silakan bagikan informasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar, agar dapat menjalani hidup yang sehat sehingga kita dapat bekerja dan bermain dengan baik," katanya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, menyatakan bahwa Ayo Sehat Festival 2024 menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia. "Selain olahraga, kita juga harus rutin memeriksa kesehatan, setidaknya yang dasar seperti kadar gula, kolesterol, dan asam urat," ujarnya.
Festival tersebut tidak hanya menawarkan kegiatan berolahraga, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang masalah gizi buruk atau *stunting*, khususnya bagi ibu hamil dan balita, serta menyediakan konsultasi psikologis.
Bey berharap kegiatan ini dapat mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan menularkannya kepada anggota keluarga dan masyarakat lainnya. "Saya juga mengapresiasi ibu-ibu di posyandu yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa," pungkasnya.
Festival yang berlangsung pada 14-15 September 2024 ini dimeriahkan dengan beragam pameran dan kegiatan, seperti museum kesehatan yang memberikan informasi mengenai siklus hidup, pameran alat kesehatan, diskusi komunitas kesehatan yang melibatkan 100 mitra akademisi, serta Jambore Posyandu.
"Setidaknya kami melibatkan 87 mitra dengan 130 kegiatan yang mencakup berbagai zona, mulai dari siklus hidup, anak, remaja, dewasa, dan lansia, hingga zona olahraga, zona kuliner sehat, *screening* kesehatan, serta pameran penurunan *stunting* dari kota dan kabupaten di Jawa Barat," jelas Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi.
ANTARA
Menkes Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Panjang Umur
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Komentar (0)
Memuat komentar…







