BORNEONEWS, Sukamara - Upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sukamara menggelar pelatihan pemadam kebakaran bagi anggota.
Kalapas Kelas III Sukamara, Joko Prayitno mengatakan pelatikan yang dilakukan adalah bentuk tindak lanjut dari edaran dari Kementerian bahwasannya di lapas rutan seluruh Indonesia rentan kali dengan bencana kebakaran.
“Sehingga dalam hal ini untuk mengantisipasikan hal tersebut kami bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukamara untuk membuat simulasi,” ucap Joko Prayitno, Sabtu, 14 September 2024.
Semakin bertambahnya jumlah tahanan dan warga binaan di blok hunian, maka jumlah resiko keamanan akan bertambah, sehingga ini menjadi salah satu tanggung jawab pihaknya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Mengingat dari beberapa lapas yang ada di Indonesia, kebakaran memang sudah pernah terjadi dan menimbulkan korban jiwa.
“Dengan hal yang sudah pernah terjadi, kami berharap di Lapas Sukamara ini terhindar dari gangguan keamanan dan ketertiban akibat kebakaran, dengan berbekal teknik penanganan yang sudah didapat dari petugas Damkar,” ujarnya.
“Namun apabila terjadi kebakaran, tentu kami berharap, jangan sampai terjadi korban jiwa dalam hal tersebut, karena memang kapasitas jumlah penghuni akan mempengaruhi situasi keamanan,” tambahnya.
Dengan menggandeng Damkar, anggota Lapas Sukamara belajar bagaimana tata cara SOP yang benar dalam pelaksanaan mengantisipasi gangguan api kecil ataupun api yang besar.
“Kami akan mencoba mendekteksi dini gangguan keamanan, baik gangguan perkelahian, pelarian, kebakaran. Jadi hari ini adalah hari kami mendekteksi dini jikalau lapas kami terjadi kebakaran, kami akan melaksanakan sesuai SOP dan bekerja sama dengan damkar pastinya,” tukas Joko Prayitno. (NORHASANAH/R)









