**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menyelenggarakan pemberian Anugerah Kebudayaan pada hari Selasa, 17 September mendatang. Penghargaan ini khusus ditujukan kepada para seniman dan budayawan yang telah berkontribusi dalam memajukan kebudayaan di tanah air.
Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) hadir sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap individu dan lembaga yang telah dengan sepenuh hati berusaha melestarikan dan mengembangkan kultur bangsa. Tema yang diangkat untuk penyelenggaraan AKI tahun ini adalah "Persembahan Istimewa bagi Penggerak Budaya". Hal ini disampaikan oleh Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Restu Gunawan, dalam sebuah keterangan resmi yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Restu menambahkan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan juga menandakan pengakuan atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh pelaku kebudayaan dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia. "Para penerima penghargaan telah menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga warisan budaya serta berinovasi dalam rangka memperkaya budaya nasional. Tindakan mereka seharusnya dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas untuk bersama-sama memajukan kebudayaan kita," ujarnya.
Melalui penghargaan ini, diharapkan ada dukungan yang lebih nyata dalam melanjutkan karya-karya dan usaha pelestarian budaya di seluruh Indonesia. Salah satu penerima penghargaan, Asep Nata, seorang etnomusikolog dari Bandung dan meraih AKI 2023 dalam kategori Pelopor dan Pembaru, mengungkapkan rasa bangga yang dirasakannya beserta keluarganya. Ia menambahkan, "Respons positif dari keluarga dan masyarakat atas aktivitas budaya yang saya jalani menjadi motivasi tersendiri. Dana pembinaan yang saya terima juga sangat berharga untuk mengembangkan berbagai inovasi, terutama dalam bidang etnomusikologi."
Di sisi lain, Mizuar Mahdi, Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh yang juga menerima penghargaan AKI 2023 dalam kategori Pelestari, menyatakan bahwa penghargaan tersebut meningkatkan citra lembaganya. "Kami semakin diakui dan ditunggu setiap langkah kerja serta hasil kajian yang kami lakukan. Dana yang kami terima dari AKI akan digunakan untuk mengembangkan sekretariat dan museum mini kami yang sedang dalam proses pengerjaan," tuturnya.
Untuk tahun 2024, AKI akan memperluas kategori penghargaan menjadi dua jenis. Pertama adalah tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia, yang mencakup *Bintang Budaya Parama Dharma* dan *Satyalancana Kebudayaan*. Selain itu, terdapat penghargaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam kategori Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Lembaga dan Perorangan Asing, Media, serta kategori khusus untuk Anak.
Malam puncak penyelenggaraan AKI 2024 diharapkan akan dihadiri oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim serta sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh kolaborasi berbagai musisi terkemuka di Indonesia. Melalui AJI 2024, diharapkan bahwa masyarakat akan lebih aktif dalam mengambil bagian dalam gerakan pelestarian kekayaan budaya bangsa serta bersama-sama memajukan kebudayaan Indonesia ke arah yang lebih baik.
ANTARA
Anugerah Kebudayaan 2024, Apresiasi untuk Penggerak Budaya Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







