SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga Surabaya, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya peran pemimpin transformatif di kalangan mahasiswa pascasarjana di kampus tersebut. Menurutnya, transformasi yang diinginkan hanya dapat tercapai jika seorang pemimpin mampu menemukan *equilibrium dinamic* di tengah berbagai dinamika yang ada. Dalam acara yang diselenggarakan di Pascasarjana Unair dengan tema "*Deep Talks*! Menjadi Kepala Daerah Idaman 2024" yang berlangsung pada hari Sabtu, Khofifah menjelaskan bahwa terciptanya keseimbangan baru ini dapat membangun suasana yang kondusif dan produktif untuk perubahan. Ia menambahkan, dalam setiap pertemuan dengan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) maupun komunitas, ia selalu mengajak para peserta untuk menjadi pemimpin yang transformatif. Mengingat eratnya dinamika yang kita hadapi saat ini, kesadaran akan pentingnya *equilibrium dinamic* ini menjadi hal yang sangat mendesak. Khofifah melanjutkan dengan menekankan bahwa untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan perspektif yang luas serta hubungan yang saling memahami, percaya, dan menghormati di antara semua pihak. *Sistem keseimbangan dinamis* ini menjadi esensial, terutama untuk membangun kerja sama yang harmonis di setiap sektor. Hal ini bertujuan agar tercipta kesepahaman mengenai tujuan bersama, persepsi yang seragam, serta visi yang sejalan dalam setiap tindakan yang diambil. Dia juga mengingatkan bahwa transformasi tidak bisa dilakukan oleh satu individu saja, melainkan perlu kolaborasi yang solid yang ia sebut sebagai *superteam*. Di setiap sektor, seperti pertanian dan peternakan, harus ada tim yang saling berkolaborasi untuk menghasilkan solusi yang lebih bermakna. Khofifah, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU, menceritakan pengalaman selama memimpin Jawa Timur, di mana ia aktif turun ke lapangan bersama para *frontliner* di sektor pelayanan publik. Dalam kunjungannya, ia bukan hanya memeriksa operasional, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat untuk mengevaluasi kepuasan layanan yang diberikan. Contoh nyata dari langkah ini dapat dilihat dalam layanan pajak kendaraan yang dikelola di Samsat, di mana Khofifah mengonfirmasi bahwa indeks kepuasan masyarakat mencapai lebih dari 97 persen. Ia berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berdasarkan masukan dan data yang diperoleh. Tidak hanya dalam sektor pajak kendaraan, Khofifah juga menerapkan prinsip yang sama dalam pengawasan layanan transportasi. Ia menegaskan pentingnya memperbaiki kerusakan pada jalan provinsi dalam waktu 24 jam. Tindakan ini menunjukkan adanya transformasi signifikan dalam kualitas layanan publik, dengan perhatian khusus kepada kelayakan jalan di bawah kewenangan provinsi, selain juga memperhatikan jalan nasional dan jalan kabupaten yang ada. ANTARA