JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Petenis nasional, Christopher Rungkat, mengungkapkan bahwa dirinya meraih dukungan penuh dari Jawa Timur untuk berlaga di luar negeri. Dukungan ini merupakan salah satu bentuk komitmen untuk membina para atlet tenis asal Indonesia. Di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh-Sumatera Utara, tim tenis dari Jawa Timur menunjukkan performa yang luar biasa. Mereka diperkuat oleh delapan atlet berpengalaman dan berprestasi, termasuk Christo, Muhammad Rifqi Fitriadi, David Susanto, Agung Susanto, Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, Beatrice Gumulya, dan Jessy Rompies. Keunggulan dari tim Jatim terlihat jelas dalam pertandingan final tenis nomor beregu putra dan putri. Pada final beregu putra, mereka berhasil mengalahkan Kalimantan Selatan dengan skor meyakinkan 2-0. Sementara itu, tim putri juga mencatat kemenangan yang sama dengan mengalahkan Jakarta dengan skor 2-0. "Sebenarnya, Jawa Timur telah lama membina kami. Sejak jauh sebelum PON, kami selalu mendapat dukungan. Contohnya, saya didorong untuk berpartisipasi di *ATP Challenger* dan *ITF*. Salah satu visi dan misi dari Jawa Timur adalah berkontribusi untuk Indonesia," jelas Christo setelah mengikuti upacara penghormatan kepada para pemenang di lapangan tenis Kompleks Stadion Harapan Bangsa. Lebih lanjut, Christo menambahkan bahwa dukungan Jatim tidak hanya terfokus pada provinsi itu sendiri, tetapi juga untuk pertandingan-pertandingan bergengsi lainnya, seperti *SEA Games*, *Asian Games*, dan bahkan Olimpiade. Dengan performa yang dominan tersebut, Christo menegaskan bahwa dirinya beserta tim memang ditargetkan untuk meraih medali emas, seperti pencapaian mereka di PON XX Papua sebelumnya. "Sesuai dengan target, kami, tim dari Jatim, baik putra maupun putri, memang ditargetkan untuk meraih medali emas. Di Papua, kami berhasil meraih tujuh medali emas. Kami berharap dapat mengulangi kesuksesan tersebut di PON kali ini," ungkapnya. Meskipun telah berusia 34 tahun, Christo tetap membuka kemungkinan untuk berpartisipasi di PON 2028. Jika kesempatan ini terwujud, ia akan melakoni turnamen tenis kompetitif pada usia 38 tahun. "Saya sering diledek oleh teman-teman dengan sebutan 'om-om', tetapi aSaya berprinsip, selama saya masih menikmati kompetisi dan proses latihan, saya akan terus melanjutkan," katanya. Mengenai fasilitas pertandingan tenis di Aceh, Christo memberikan penilaian positif. Ia merasa bahwa lapangan dan tribun penonton telah memenuhi standar yang baik, dan berharap agar venue tersebut dapat menjadi tuan rumah untuk event-event yang lebih besar di masa depan, tidak hanya PON, tetapi juga turnamen tingkat nasional seperti *Davis Cup* dan acara multi-event lainnya. "Saya rasa lapangan tenis dan fasilitas tribun cukup baik, dan saya berharap venue ini bisa dijaga dan digunakan untuk berbagai event yang prestisius setelah PON," tutup pemenang medali emas *Asian Games* Jakarta 2018 tersebut. ANTARA