**Borneonews - Kota Bogor**, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yang terletak di Jawa Barat, sedang mengambil langkah tegas untuk menangani keluhan masyarakat mengenai keberadaan pasar tumpah di Jalan Merdeka, Kelurahan Ciwaringin. Pasar ini belakangan menjadi sumber permasalahan serius seperti kemacetan, tumpukan sampah, dan dugaan tindakan premanisme yang meresahkan warga setempat.
Dalam pernyataannya, Penjabat (Pj.) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di lokasi pasar tumpah tersebut ke Pasar Mawar. Ini merupakan langkah konkret untuk meredakan masalah yang timbul akibat aktivitas pasar tersebut.
"Kami berharap agar para pedagang bisa dipindahkan, dan kami akan menertibkan situasi ini dengan bantuan Satpol PP serta aparat keamanan. Rencana relokasi ini telah kami bahas dan koordinasikan dengan berbagai pihak terkait, terutama dalam hal keamanan," ungkap Hery Antasari pada suatu kesempatan di Kota Bogor.
Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa rencana relokasi ini bukanlah isu baru, melainkan sudah dibahas sejak lama. Beberapa pedagang sebelumnya telah berpindah ke dalam Pasar Mawar, tetapi kemudian kembali menggelar dagangan di lokasi semula karena adanya faktor-faktor nonteknis yang menyebabkan mereka kesulitan untuk beradaptasi.
Peta Kebijakan jangka menengah juga akan berfokus pada penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) mengenai Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ). "Dengan adanya Perumda PPJ, kami memberikan kewenangan untuk mengelola, menertibkan, dan membina kawasan pasar dengan lebih baik," jelas Hery.
Salah satu warga yang bernama Boy mengungkapkan bahwa keberadaan pasar tumpah tersebut telah menyebabkan kemacetan yang menjadi keniscayaan sehari-hari. Selain itu, masalah tumpukan sampah sisa aktivitas pasar juga menyebabkan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan permukiman warga.
"Pasar ini beroperasi dari pukul 21.00 hingga 07.00 WIB. Kemacetan sudah menjadi masalah umum di sini, ditambah lagi dengan bau sampah yang menyengat," tuturnya.
Boy menyebutkan bahwa sebagian pedagang di pasar tersebut sebenarnya bersedia untuk direlokasi, tetapi mereka menghadapi intimidasi dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang juga mengganggu warga.
Ia berharap Pemerintah Kota Bogor dapat mengambil tindakan tegas terkait relokasi pasar tumpah ini, sehingga masalah sampah, kemacetan, serta aksi premanisme di wilayah tersebut dapat diminimalisir. Boy menekankan pentingnya kerja sama antara Pemkot Bogor dan pihak kepolisian untuk menindak tegas mereka yang melakukan tindakan premanisme di pasar itu, demi kenyamanan dan keamanan warga sekitar.
ANTARA
Pemkot Bogor Tanggapi Keluhan Warga Soal Pasar Tumpah di Merdeka
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Komentar (0)
Memuat komentar…







