JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (NETGRIT), Hadar Nafis Gumay, mengemukakan pandangannya mengenai fenomena meningkatnya jumlah artis yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah dalam Pilkada 2024. Ia menilai hal ini sebagai indikasi bahwa partai politik gagal dalam mempersiapkan kader yang berkualitas dan kompeten. Dalam sebuah pesan singkat, Hadar mengungkapkan, "Ini merupakan bukti nyata dari ketidakmampuan partai politik dalam menjadikan kader mereka siap dan lengkap untuk memenuhi tantangan yang ada." Ia juga menekankan bahwa partai politik seharusnya lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat serta kondisi wilayah yang akan menghadapi pemilihan. Hadar menggarisbawahi pentingnya upaya partai politik dalam menyiapkan kader yang tidak hanya sekadar popular, tetapi juga memiliki pengalaman serta kapabilitas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Menurutnya, kenyataan bahwa banyaknya artis yang diusung oleh partai-partai sebagai calon kepala daerah merupakan bentuk *pragmatism* yang berlebihan. "Ini adalah jalan pintas untuk meraih suara, tanpa mempertimbangkan substansi yang sebenarnya," jelasnya. Dalam perspektif Hadar, setelah para artis ini terpilih, penting bagi partai politik untuk terus melakukan pemantauan terhadap kinerja mereka. Hal ini dimaksudkan agar para kepala daerah dari kalangan dunia hiburan ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif. "Partai politik harus bertanggung jawab atas kinerja para kader yang mereka usung, terutama jika kinerja tersebut tidak sesuai harapan," tambahnya. Hadar juga menekankan harapannya agar semua calon kepala daerah yang berasal dari industri hiburan dapat sepenuhnya meninggalkan profesi mereka yang lama. Ia berharap mereka dapat fokus pada upaya memperbaiki keadaan rakyat dan wilayah yang mereka pimpin, sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. ANTARA