JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Yukki Hanafi, menegaskan bahwa undangan untuk musyawarah luar biasa (Munaslub) yang belakangan beredar adalah sah dan meminta kepada seluruh pengurus untuk tidak menghadiri acara tersebut. Yukki menjelaskan bahwa setiap undangan resmi dari Kadin harus disampaikan dengan cara yang sesuai, yaitu menggunakan surat berkop resmi dari Kadin. Ia menekankan bahwa kehadiran di Munaslub yang tidak sesuai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) Kadin dapat dianggap tidak memiliki validitas hukum dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan organisasi. Menurut ketentuan AD dan ART Kadin yang telah disahkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 18 Tahun 2022, Kadin senantiasa berperan sebagai mitra strategis dalam berbagai kebijakan pemerintah. Di masa pandemi *COVID-19* yang melanda, Kadin berfokus pada pemulihan dan revitalisasi ekonomi Indonesia dengan melaksanakan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mendukung perekonomian. Di bawah kepemimpinan Arsjad Rasjid, Kadin Indonesia berkontribusi pada program Vaksin Gotong Royong yang berhasil mencatat lebih dari 4,2 juta dosis vaksin. Selain itu, mereka juga mendirikan Rumah Oksigen, sebuah fasilitas kesehatan semi-permanen yang pertama kali ada di Indonesia. Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berada pada level 5 persen, Kadin telah meluncurkan beberapa program strategis, termasuk Gerakan Kemitraan UMKM Naik Kelas dan Wiki Wirausaha. Melalui program ini, lebih dari 600 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah diberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka, di mana lebih dari 200 UMKM telah menyelesaikan pelatihan ekspor yang bersertifikat. Dalam lingkup internasional, Kadin menjadi mitra pemerintah dalam ajang *World Economic Forum* 2022 yang diselenggarakan di Davos, Swiss, serta berpartisipasi dalam acara *B20*, yang mendatangkan 69 delegasi negara dan lebih dari 3.000 pemimpin dunia usaha. Pada tahun 2023, Kadin juga meluncurkan buku berjudul Peta Jalan Indonesia Emas 2045 yang diserahkan kepada Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN). Ini menunjukkan komitmen Kadin dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, yang memiliki tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dan sejahtera. Arsjad Rasjid, dalam berbagai kesempatan, telah menegaskan dukungannya terhadap pemerintah terpilih untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Dalam upaya lebih lanjut, Kadin sedang mempersiapkan sebuah *whitepaper* yang berisi usulan dan masukan dari pelaku usaha, investor, serta akademisi tentang berbagai isu strategis yang menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia. Kadin berharap dokumen ini dapat memperkuat program pembangunan pemerintah yang akan datang, khususnya untuk periode 2024-2029. ANTARA