BORNEONEWS, Nanga Bulik - Setelah sempat dihentikan, mulai tahun ajaran 2016/2017 Pemerintah Kabupaten Lamandau memastikan sejumlah sekolah kembali menggunakan sistem pembelajaraan berbasis Kurikulum tahun 2013 (K 13) atau yang sering disingkat Kurtilas. Pihak Kwarcab Pramuka Lamandau sudah dihubungi beberapa sekolah untuk membantu kegiatan kepramukaan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Lamandau, Tahan Sandi, beberapa waktu lalu, mengungkapkan berlakunya kembali Kurtilas itu. Termasuk aktivitas Pramuka yang menjadi kurikulum wajib.Perihal lembaga pendidikan, tingkat Sekolah Dasar hingga SLTA yang akan kembali menerapkan Kurtilas ini juga diamini pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Lamandau. Pasalnya, sejak beberapa sekolah kembali menerapkan Kurtilas, pelajaran tentang kepramukaan menjadi wajib.
Beberapa sekolah akhir-akhir ini datang dan berkoordinasi dengan pengurus Kwarcab serta meminta bantuan untuk memberikan pelajaran tentang kepramukaan, utamanya bagi sekolah yang masih kekurangan pembina. Hal tersebut seperti diungkapkan Staf Pengurus Kwarcab Pramuka Lamandau, Aji Wicaksono, Jumat (29/7/2016).
"Sejak tahun ini banyak sekolah yang menerapkan Kurtilas, memang ada banyak yang menghubungi kami (Kwarcab) untuk permintaan membantu pelatihan, misalnya sementara ini seperti dari SMKN 2 dan SMPN 1 Bulik atau bahkan beberapa SD juga," kata Aji Wicaksono.
Pria yang akrab disapa Aji tersebut juga mengakui bahwa pada dasarnya pihaknya sangat bangga jika pendidikan kepramukaan menjadi hal wajib dipelajari di sekolah. Karena, nilai-nilai dalam pramuka pada dasarnya menularkan pembelajaran tentang pendidikan moral dan kepribadian yang sangat penting dimiliki setiap orang.
Sementara itu, dalam menyikapi permintaan untuk turut membantu melatih pramuka, Aji memastikan bahwa Kwarcab pramuka tidak akan kekurangan stock kakak-kakak pramuka pembina.
Pihaknya juga bahkan telah memastikan beberapa pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Pramuka Lamandau telah membantu mengisi materi kepramukaan secara reguler di beberapa sekolah.
"Yang kita harapkan memang setiap sekolah harusnya sudah memiliki kakak pembina sendiri yang mampu meng-handle pelajaran tentang kepramukaan, tapi sejauh belum bisa demikian, kami Kwarcab Pramuka Lamabdau selalu terbuka untuk melayani permintaan," terangnya. (HENDI NURFALAH/N).








