**Borneonews - Medan**, Prestasi dalam olahraga biliar tak mengenal batas usia, seperti yang ditunjukkan oleh Tan Kiong An, seorang lelaki berusia 74 tahun. Dengan sigap, ia melangkah membawa tongkat kayu berwarna hitam-putih yang memiliki panjang sekitar 1,5 meter, bergerak di antara deretan sembilan meja biliar saat pertandingan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang berlangsung di Pardede Hall, Kota Medan.
Dengan fokus tajam, Tan Kiong mengamati tiga bola berwarna putih, merah, dan kuning yang terletak di atas meja beralas karpet hijau. Dalam hitungan detik, ia memposisikan tongkatnya untuk melakukan bidikan dan melesatkan tembakan dengan keahlian yang terasah. Sorakan penonton terdengar meriah setelah bola tepat memantul sebanyak tiga kali sebelum mengenai bola target. Hal ini mengukuhkan kemenangan Tan Kiong dengan poin akhir 40, menandai berakhirnya pertandingan yang memukau.
Dalam kompetisi biliar cabang PON Aceh-Sumut 2024, Tan Kiong tampil sebagai juara dalam kategori *carom 3 cushion single*, setelah menumbangkan wakil Jakarta, Rudy Hasan, dengan selisih poin yang mengesankan, yakni 40-27. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kemampuan Tan Kiong tak kurang dari pebiliar muda lainnya.
Selama pertandingan, Tan Kiong menunjukkan keahlian bermain yang luar biasa, menghasilkan momen-momen mengesankan dengan tingkat akurasi tembakan yang sangat tinggi. Keterampilan ini membuat penonton dan peserta lain terpesona, mengungkapkan rasa kagum dengan ungkapan seperti "ngerih", *nice*, *perfect*, dan "mantap banget".
Fakta bahwa Tan Kiong adalah pebiliar tertua di antara peserta lainnya turut menambah rasa kagum. Meski wajahnya dipenuhi bintik-bintik keriput, semangat dan dedikasinya dalam olahraga biliar tetap terpancar. Ia tidak menghasilkan performa dalam posisi membungkuk seperti kebanyakan pebiliar, tetapi tetap menunjukkan akurasi yang tinggi dalam tembakannya.
Mewakili Provinsi Jawa Tengah, Tan Kiong berjuang di nomor *carom*, yang sering kali kurang dikenal oleh masyarakat umum. Berbeda dengan *pool* atau *snooker*, di dalam *carom*, tidak ada lubang di meja, dan hanya menggunakan tiga bola tanpa nomor. Konsep permainan yang unik ini, di mana bola harus dipantulkan tiga kali sebelum menyentuh bola lainnya, menuntut tingkat ketepatan yang tinggi.
Ketepatan dalam permainan adalah prinsip yang senantiasa dijunjung oleh Tan Kiong. Ia merencanakan setiap langkahnya dengan matang, memastikan bahwa tembakannya tidak hanya tepat, tetapi juga strategis, dalam upaya menghalangi permainan lawan. Metode inilah yang membawanya meraih medali emas di PON kali ini, menambah koleksi medali untuk Jawa Tengah.
Sebagai seorang yang telah terjun dalam dunia biliar sejak usia 18 tahun, Tan Kiong bukanlah pendatang baru. Ia telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, termasuk sebelumnya di ajang PON dari mulai PON Jakarta 1996. Baginya, PON merupakan acara olahraga terpenting di Indonesia, yang mempertemukan atlet dari beragam cabang.
Kebanggaan dan semangat Tan Kiong untuk turut berkontribusi dalam memajukan olahraga biliar, khususnya kategori *carom*, sangatlah besar. Ia berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal dan menyukai olahraga ini, sehingga dapat lahir "Tan Kiong baru" yang lebih hebat dan siap bersaing di kancah internasional.
Wakil Ketua Umum POBSI, Syafril Nasution, juga menyampaikan harapan serupa. Ia menggarisbawahi bahwa PON adalah momentum strategis untuk menemukan dan mengembangkan bakat-bakat baru di dunia biliar. Partisipasi pebiliar dari 32 provinsi menunjukkan bahwa olahraga ini memang terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang usia atau tempat asal.
Dengan pencapaian Dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Tan Kiong, terbukti bahwa prestasi dalam olahraga biliar bisa diraih oleh siapa saja, termasuk mereka yang telah berusia senja.
ANTARA
Prestasi Tan Kiong, Pebiliar 74 Tahun Raih Medali Emas PON 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







