**Borneonews - Medan**, Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, sebuah permainan lokal yang dikenal dengan nama *Battle of Guardian* (BOG) menjadi salah satu nomor pertandingan eksibisi dalam cabang esport. Permainan ini hadir menawarkan sesuatu yang unik dan menarik bagi para peserta dan penonton.
*Battle of Guardian*, yang dikembangkan oleh studio Miracle Gates Entertainment, merupakan sebuah gim petarung yang resmi diluncurkan pada tahun 2023. Dalam perkembangannya, BOG sebelumnya adalah gim yang dirancang untuk perangkat komputer (PC), namun kini telah bertransformasi menjadi permainan yang dapat dimainkan di ponsel *mobile*.
Rayyan Adn, selaku Kepala Pengembangan Bisnis BOG, mengungkapkan bahwa keputusan untuk beralih ke platform *mobile* diambil karena pertimbangan pasar Indonesia yang sangat menyukai permainan berbasis ponsel. Kami memutuskan untuk sepenuhnya fokus pada platform *mobile*, mengingat minat yang tinggi terhadap perangkat ini di Indonesia, jelasnya saat ditemui di Medan.
Lebih lanjut, Rayyan menjelaskan bahwa meskipun BOG memiliki kesamaan dengan banyak gim petarung lainnya, ada elemen khas yang membedakannya. Yaitu, BOG mengintegrasikan unsur budaya Indonesia ke dalam gameplay-nya. "Secara keseluruhan, permainan ini tidak jauh berbeda dari gim *mobile* lainnya, tetapi kami menonjolkan beberapa aspek budaya Indonesia untuk mengenalkan identitas lokal ke kancah internasional," ungkap Rayyan.
Studio yang berbasis di Bali ini juga memperkenalkan sejumlah karakter atau hero yang diambil dari mitologi Indonesia. Misalnya, ada tokoh bernama Nix yang terinspirasi dari Prabu Siliwangi dan Sofia yang adalah representasi dari Dewi Anjani. "Karakter-karakter ini bukan hanya sekadar nama; kekuatan dan kemampuan mereka juga terinspirasi oleh karakter mitologis yang asli, tambah Rayyan.
Terkait dengan spesifikasi perangkat yang dibutuhkan untuk memainkan BOG, Rayyan menjelaskan bahwa permainan ini dapat dijalankan pada ponsel dengan spesifikasi menengah. Kami tidak menetapkan spesifikasi yang ketat. BOG termasuk dalam kategori gim ringan, sehingga ponsel dengan RAM 4 GB sudah cukup untuk pengalaman bermain yang baik. Namun, untuk kenyamanan yang lebih optimal, RAM 8 GB sangat dianjurkan, ujarnya.
Rayyan juga menyampaikan harapannya untuk masa depan BOG. Dia berharap agar permainan ini dapat diikutsertakan sebagai salah satu nomor medali pada PON mendatang dan bisa meraih popularitas di tingkat internasional. Kami ingin BOG berpartisipasi dalam kancah internasional dan diadakan dalam pertandingan regional seperti *SEA Games* atau *Asian Games*, tegasnya.
Dengan semua potensi yang dimiliki, Rayyan optimis bahwa *Battle of Guardian* akan diterima baik oleh komunitas pecinta game di Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk mencoba sensasi bermain dengan BOG sebagai alternatif menarik di dunia gim petarung.
ANTARA
Battle of Guardian, Gim Lokal Eksibisi PON XXI yang Mengeksplorasi Budaya Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Komentar (0)
Memuat komentar…







