**Borneonews - Jayapura**, Majelis Rakyat Papua (MRP) telah secara resmi menyatakan bahwa dua pasangan bakal calon (bapaslon) gubernur dan wakil gubernur di wilayah Papua adalah Orang Asli Papua (OAP). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua MRP, Nerlince Wamuar Rollo, dalam acara penyerahan pertimbangan terkait dengan kriteria OAP bagi bapaslon gubernur dan wakil gubernur, yang berlangsung di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua.
Dalam rapat pleno yang dilaksanakan sebelumnya, Nerlince menegaskan bahwa proses verifikasi keaslian status OAP ini dilakukan melalui pembentukan empat tim yang ditugasi untuk memeriksa berkas-berkas yang diajukan oleh para calon. Tim pertama bertugas melakukan verifikasi faktual terhadap berkas calon gubernur Mathius Fakhiri yang terletak di Kampung Bade, Kabupaten Mappi, Papua Selatan.
Selanjutnya, tim kedua melaksanakan tugas serupa untuk calon gubernur Benhur Tomi Mano di Kota Jayapura. Di sisi lain, tim ketiga difokuskan pada pemeriksaan berkas calon wakil gubernur Yeremias Bisai di Kampung Ansus, yang berada di Kabupaten Kepulauan Yapen. Tim keempat bertanggung jawab melakukan verifikasi berkas calon wakil gubernur Aryoko Rumaropen di Kabupaten Biak Numfor.
Steve Dumbon selaku Ketua KPU Provinsi Papua mengonfirmasi bahwa surat keputusan yang diterima dari MRP berisi rekomendasi untuk kedua bapaslon ini. Menurutnya, ini berarti bahwa kedua pasangan tersebut telah melewati verifikasi berkas yang dilakukan oleh MRP untuk memenuhi salah satu syarat dalam proses pencalonan mereka di Pilkada 2024.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa setelah rekomendasi dari MRP diterima, pihak KPU segera melakukan verifikasi administrasi terhadap persyaratan calon, termasuk dokumen resmi yang menunjukkan bahwa kedua bapaslon tersebut memenuhi kriteria sebagai OAP. Tidak hanya itu, pada hari yang sama, juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk kedua pasangan calon tersebut.
ANTARA
MRP Nyatakan Dua Bapaslon Gubernur Papua Sebagai Orang Asli Papua
Bagikan:

JAYAPURA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Komentar (0)
Memuat komentar…







