**Borneonews - Wasior**, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, yang terletak di Papua Barat, sedang melaksanakan pembangunan rumah sakit pertama yang berlokasi di luar ibu kota kabupaten, yaitu di Distrik Nikiwar. Proyek tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pesisir dan kepulauan yang ada di belahan utara Kabupaten Teluk Wondama.
Bupati Teluk Wondama, Hendrik Mambor, menyatakan dalam sebuah acara di Wasior, bahwa rumah sakit ini dinamakan RS Pratama Nikiwar. Tujuannya agar masyarakat di wilayah tersebut dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan yang diperlukan. Mambor juga menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Andarias Kayukatuy, untuk menjamin agar seluruh warga Teluk Wondama dapat menerima layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Saat ini, Kabupaten Teluk Wondama hanya memiliki satu rumah sakit, yaitu RSUD dr Alberth Torey yang terletak di Kota Wasior. RSUD ini juga berfungsi sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan untuk seluruh distrik atau kecamatan di wilayah tersebut. Mengingat kondisi geografis yang menantang, di mana banyak lokasi tinggal warga berada di pesisir, kepulauan, dan daerah pedalaman, akses terhadap layanan kesehatan yang memadai menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berinisiatif untuk mendirikan RS Pratama di Distrik Nikiwar, guna mempercepat dan mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. RS ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang diperlukan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD dr Alberth Torey.
Dengan kehadiran rumah sakit ini, diharapkan ketika terjadi masalah kesehatan, masyarakat dapat mendapatkan perawatan awal yang cepat sebelum dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, baik itu ke RSUD Alberth Torey atau ke Manokwari. Mambor menekankan pentingnya agar layanan kesehatan dapat dilakukan dengan cepat pada tahap awal.
Kepala Dinas Kesehatan Teluk Wondama, dr Habel Pandelaki, menjelaskan bahwa untuk tahap awal, rumah sakit akan dilayani oleh 23 tenaga kesehatan yang telah disiapkan, dengan dr Aldyf Rorong sebagai Pelaksana Tugas Direktur. Mereka akan bertanggung jawab untuk memastikan segala persiapan yang diperlukan agar RS Pratama dapat beroperasi dengan baik.
Meskipun alat kesehatan belum sepenuhnya terpasang karena masih menunggu personel yang berpengalaman, Pandelaki mengungkapkan bahwa pelayanan umum dapat langsung diberikan untuk mendukung kebutuhan masyarakat. RS Pratama Nikiwar dibangun dengan total anggaran sebesar Rp55 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Proses pembangunan fisik rumah sakit tersebut dimulai pada tahun 2023, dan dibangun di atas lahan seluas lima hektare.
ANTARA
Pembangunan RS Pratama Nikiwar Tingkatkan Akses Kesehatan Warga
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







