JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Pasangan ganda campuran dari Bali, Komang Sugita dan Made Sisca Pratiwi, mencetak prestasi yang membanggakan setelah berhasil mengalahkan pasangan dari Jawa Timur, Rizal Zuli dan Siti Aminah, dalam pertandingan perempat final tenis meja. Kemenangan ini tidak hanya menggembirakan, tetapi juga menjadi momentum sejarah karena Bali berhasil meraih medali perdana di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Angsapura, Medan, pada hari Sabtu, di mana kedua pasangan menunjukkan permainan yang sangat ketat dan penuh emosi selama lima set. Pertarungan ini berakhir dengan skor tipis 3-2, menandakan persaingan yang sengit antara keduanya. Dalam pernyataannya, Sisca mengungkapkan betapa ketegangan yang dialami selama pertandingan. "Sudah tidak bisa berkata-kata, napas kita sudah di ujung banget," ujarnya, mencerminkan intensitas yang sangat tinggi dari laga tersebut. Set pertama dimulai dengan sangat menegangkan hingga mencapai angka deuce di 10. Namun, Komang dan Sisca berhasil mengamankan set pembuka dengan skor 12-10. Di set kedua, Rizal dan Aminah bangkit dengan meraih kemenangan 9-11, menandakan bahwa mereka tidak menyerah dengan mudah. Komang dan Sisca berhasil mengembalikan keunggulan di set ketiga dengan skor 11-8. Namun, di set keempat, mereka kehilangan momentum yang seharusnya memungkinkan mereka menutup laga lebih awal. Keadaan kembali menegangkan ketika poin berimbang di deuce dan pasangan dari Jawa Timur keluar sebagai pemenang dengan skor 12-14, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pada set terakhir, Bali sempat mengungguli dan menjaga jarak hingga empat poin. Dalam situasi mendekati kemenangan pada skor 10-7, kembali terjadi deuce pada angka 10-10. Komang mencurahkan perasaannya, "Sudah unggul 10-8, kami hampir kalah. Sangat tegang sekali." Akhirnya, Komang dan Sisca berhasil menuntaskan perjuangan mereka di set penentuan dengan skor 12-10. Dengan hasil ini, mereka melaju ke semifinal untuk menghadapi Jawa Barat, dan juga memastikan medali perunggu atau juara ketiga jika tidak berhasil melaju lebih jauh. ANTARA