BATAM –
**Borneonews - Bintan**, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) telah mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana angin kencang dan hujan yang melanda Kecamatan Bintan Timur pada hari Sabtu. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, dan disalurkan oleh Kapolsek Bintan Timur, AKP Firuddin. Sesuai dengan penuturan Kapolsek, insiden bencana tersebut terjadi pada dini hari, mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah yang runtuh diterjang angin. Firuddin menegaskan bahwa institusi kepolisian berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan, terutama bagi mereka yang rumahnya menjadi tidak layak huni akibat bencana ini. "Bantuan yang kami salurkan, baik berupa paket sembako maupun alat bangunan, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah. Kami ingin agar bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka," ungkapnya. Lebih lanjut, Firuddin menekankan pentingnya kewaspadaan di kalangan warga setempat. Ia mengimbau agar warga yang tinggal di dekat pohon-pohon besar untuk melakukan penebangan pohon-pohon tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Bencana yang terjadi juga melanda wilayah-wilayah tertentu di Kecamatan Bintan Timur, seperti Jalan Sei Datung, Jalan Nusantara, serta Kelurahan Sei Lekop. Data yang diterima menunjukkan bahwa sedikitnya 17 bangunan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi dari sedang hingga berat. Dari jumlah tersebut, lima rumah berada di Kecamatan Bintan Timur, sementara 12 rumah lainnya terletak di Kecamatan Bintan Pesisir. Bantuan sementara telah disalurkan kepada tujuh rumah yang mengalami kerusakan berat, yakni tiga di Bintan Timur dan empat di Bintan Pesisir. Pagi hari setelah kejadian, meskipun tidak ada warga yang dievakuasi, masyarakat dan anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek Bintan secara bersama-sama melaksanakan gotong royong untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Berdasarkan pengamatan dari Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, kecepatan angin yang melanda daerah Bintan dan Tanjungpinang saat itu mencapai 30 knot, yang termasuk dalam kategori ekstrim. Angin kencang dihasilkan dari awan *Cumulonimbus* (Cb) yang terpantau di wilayah tersebut. Pertumbuhan awan ini dipicu oleh adanya konvergensi angin serta shearline yang melintasi bagian Barat-Utara Kepulauan Riau. Masyarakat pun dihimbau untuk selalu memantau informasi cuaca serta peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan pemerintah setempat demi keamanan dan keselamatan bersama. ANTARA