JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang, Sumatera Utara**, Atlet muda asal DKI Jakarta, Agni Agustine Dimonim, berhasil memberikan sumbangan medali emas bagi provinsinya melalui penampilannya yang mengesankan di cabang *taolu* kombinasi nandao dan nangun putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Dengan usia yang baru 14 tahun, Agni tak menyangka mampu mengungguli atlet-atlet seniornya saat bertanding di GOR Disporasu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada hari Sabtu. Usai menerima medali, Agni mengungkapkan rasa keterkejutannya. Ia mengaku, "Sebenarnya saya kaget banget, enggak nyangka karena umur saya lebih muda, dan pastinya senior-senior saya sudah berpengalaman dan sangat jago." PON kali ini adalah debutnya di pentas olahraga nasional, dan ia merasa sangat bersyukur bisa meraih prestasi tertinggi di ajang ini. Agni juga menambahkan, proses latihan yang disiplin serta ketaatan terhadap instruksi pelatih merupakan kunci crucial dalam meraih kemenangan. Kehadiran ibunya yang menyaksikan langsung pertandingan juga menjadi sumber motivasi tersendiri bagi Agni untuk tampil maksimal. "Ada mama jadi termotivasi banget karena saya itu sebenarnya anak mami banget. Saya juga sangat senang karena mama saya adalah satu-satunya orang yang selalu mendukung saya," ungkapnya. Di partai final, Agni mencatatkan total nilai 19.180, dengan rincian 9.580 untuk nandao dan 9.600 untuk nangun. Ia berhasil mengatasi persaingan ketat, hanya dengan selisih 0.004 poin dari peraih medali perak, Aqila Ghaida Fuaizah dari Jawa Timur, yang mencetak total nilai 19.176, terdiri dari 9.586 di nandao dan 9.590 di nangun. Teknik Agni dalam kedua nomor tersebut cukup mengesankan, terutama di nangun, di mana ia menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan dan kontrol yang baik pada setiap gerakan. Meskipun nilai yang diperolehnya di nandao sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Aqila, performa yang solid di nangun menjadi faktor penentu kemenangan yang sangat tipis. Sementara itu, Aqila meskipun menunjukkan keunggulan di nandao, di mana ia memperoleh nilai 9.586, tidak dapat meraih emas karena di nomor nangun nilainya hanya 9.590. Hal ini menjadikan total nilai Aqila tidak cukup untuk merebut posisi teratas. Di sisi lain, Tasya Ayu Puspa Dewi dari Jawa Barat juga menunjukkan performa yang menjanjikan dengan mencetak nilai tertinggi di nandao, yaitu 9.626, dan memiliki peluang besar untuk meraih emas. Namun, penampilannya di nangun mengalami sedikit kendala saat mendarat setelah melakukan teknik putaran dengan toya, yang mengakibatkan nilainya turun menjadi 9.370. Hasil ini menjadikan Tasya harus puas dengan medali perunggu, dengan total nilai 18.996. Prestasi Agni tidak berhenti di sini. Medali emas yang diraihnya menjadi medali kedua bagi DKI Jakarta, setelah sebelumnya ia juga berhasil meraih perunggu di nomor nanquan putri. Cabang olahraga wushu pada PON XXI Aceh-Sumut dihelat sejak tanggal 12 hingga 15 September, dengan total 29 medali emas, 29 medali perak, dan 40 perunggu diperebutkan dari total 29 nomor yang dipertandingkan. ANTARA