BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyiapkan lahan seluas 500.000 hektare untuk mendukung program dari Menteri Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan untuk mencetak satu juta hektare sawah di sejumlah wilayah di Indonesia. Imam Subarkah, yang menjabat sebagai Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, menjelaskan inisiatif ini di Banjarbaru. Ia menegaskan komitmen Provinsi Kalsel dalam mencapai target tersebut. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan produksi padi, yang diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Dalam penjelasannya, Imam mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi panen dari yang biasanya hanya satu kali dalam setahun menjadi dua atau bahkan tiga kali. Dalam rangka mendukung inisiatif ini, Pemprov Kalsel telah melaksanakan berbagai langkah strategis untuk membantu para petani. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan bantuan dalam bentuk pupuk subsidi, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta pelatihan dan pendampingan bagi petani. Imam juga mengungkapkan bahwa sebuah langkah nyata dalam peningkatan produksi padi telah dilaksanakan di lahan sawah yang dikelola oleh Kelompok Tani Bina Guna yang terletak di Desa Penjambuan, Kabupaten Banjar. Baru-baru ini, pemerintah daerah bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar dan Kementerian Pertanian mengadakan acara syukuran panen padi di lahan yang selama sembilan tahun tidak produktif. Di atas lahan seluas beberapa hektare tersebut, para petani berhasil memanen padi varietas *inpari 32*. Inisiatif ini merupakan buah kerja sama semua pihak dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya terendam air dalam waktu yang lama, sehingga tidak dapat digunakan untuk pertanian. Imam menegaskan bahwa panen padi tersebut merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dukungan terhadap program Menteri Pertanian juga ditunjukkan melalui perluasan lahan dengan penambahan area tanam dan pompanisasi. "Kami serius dalam upaya ini. Bersama dengan para petani, kami berupaya membangkitkan ekonomi daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional," ujarnya dengan penuh keyakinan. ANTARA