BATAM –
**Borneonews - Batam**, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, mengabarkan bahwa acara lari gembira atau *fun run* yang dihelat di kawasan Nuvasa Bay pada hari Sabtu lalu, melibatkan peserta dari tiga negara. Negara-negara tersebut adalah China, Singapura, dan Malaysia. Kepala Disbudpar, Ardiwinata, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2024. Menurutnya, kehadiran peserta dari dalam dan luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan China, merupakan sebuah pencapaian yang positif. Ardiwinata juga menekankan bahwa atraksi-atraksi seperti ini sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata Kota Batam, khususnya dalam upaya menarik perhatian wisman agar berkunjung. Tahun ini, terdapat sebanyak 232 atraksi yang disiapkan untuk menarik wisatawan, baik dari lokal maupun luar negeri. Ketua DPC Asparnas Kota Batam, Andi, mengungkapkan bahwa acara *Sunset To Moonlight Fun Run 2024* berhasil menarik sebanyak 1.800 pelari, dengan rute sepanjang 6 kilometer. Ia berkomitmen meskipun persiapan yang dilakukan relatif singkat, kehadiran peserta sudah sesuai target yang diharapkan. Andi menambahkan bahwa mendatangkan wisman membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun untuk tahun depan, persiapan akan lebih matang dan diharapkan jumlah peserta dapat meningkat. Andi juga mengonfirmasi bahwa penyelenggaraan acara ini menjadi bagian dari komitmen Asparnas untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Kota Batam. Ia berencana agar kegiatan ini diakomodasi dalam kalender tahunan Asparnas, dengan konsep acara yang lebih menarik di masa mendatang. Tema yang diusung dalam acara *Sunset To Moonlight Fun Run 2024* adalah *Mid Autumn*, yang bertepatan dengan musim perayaan kedua bagi masyarakat Tionghoa. Andi menjelaskan pemilihan tema ini tidak tidak hanya memperingati tradisi, tetapi juga bertujuan untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya memahami dan melestarikan budaya leluhur yang diwariskan secara turun temurun. ANTARA