JAKARTA –
**Borneonews - Teheran**, Iran telah mengumumkan keberhasilan peluncuran satelit penelitian buatan sendiri bernama Chamran-1 ke angkasa pada hari Sabtu. Peluncuran ini dilakukan dengan menggunakan wahana peluncur *Qaem-100*, yang merupakan roket berbahan bakar padat yang dikembangkan oleh para ahli kedirgantaraan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Satelit Chamran-1 ditempatkan pada orbit setinggi 550 kilometer dari permukaan Bumi. Proses peluncuran ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi antariksa Iran, setelah *Qaem-100* berhasil melakukan uji terbang *suborbital* pada bulan November 2022 lalu. Misi utama dari satelit Chamran-1 adalah untuk menguji sistem perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kemampuan manuver di orbit, baik dalam hal ketinggian maupun fase. Peluncuran ini merupakan langkah penting bagi Iran dalam pengembangan teknologi antariksa. Namun, aktivitas peluncuran satelit ini memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Mereka mengklaim bahwa program satelit Iran dapat digunakan sebagai kedok untuk pengembangan rudal balistik antarbenua, yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah dan Eropa. Iran membantah semua tuduhan tersebut, menegaskan bahwa rudal yang mereka kembangkan adalah konvensional dan sepenuhnya sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung Perjanjian Nuklir 2015. Sebelumnya, pada bulan Januari, Iran juga meluncurkan satelit Soraya, yang berhasil diletakkan pada orbit di ketinggian 750 kilometer dari Bumi. Peluncuran ini menunjukkan komitmen Iran untuk terus mengembangkan program antariksa mereka meskipun mendapatkan berbagai tantangan dan kritik dari negara-negara lain. ANTARA