**Borneonews - Deli Serdang**, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengemukakan pandangannya mengenai kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, dengan fokus khusus pada kompetisi sepak bola putri. Ia menilai bahwa ajang tersebut merupakan kesempatan untuk membangun kompetisi yang sehat melalui penyediaan fasilitas yang memadai.
Erick menekankan pentingnya pengembangan fasilitas olahraga yang tidak perlu berlebihan, namun tetap efektif untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi. Ia berharap bahwa dengan adanya inspirasi dari Stadion Mini Disporasu, daerah-daerah lain akan termotivasi untuk menciptakan tempat latihan yang bermanfaat, baik untuk kategori U17, U18, U19, U20, serta tim putri.
Dalam pandangannya, keberhasilan PON juga terletak pada pemerataan permainan sepak bola di seluruh nusantara. Menurutnya, jika kita melihat kualitas permainan antara DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) di babak final, terlihat bahwa kedua provinsi ini telah mampu menunjukkan permainan yang baik. Erick berharap, ke depannya, pemerataan dalam pengembangan sepak bola putri dapat terus berlanjut.
Menyusul ajang PON, ia menjelaskan bahwa strategi selanjutnya untuk sepak bola putri adalah fokus pada pelatihan tim nasional terlebih dahulu. Ketika kesiapan seluruh aspek sudah terdapat, barulah liga untuk sepak bola putri akan disiapkan.
Langkah awal masuk tim nasional, dengan perhatian kepada pemain di semua kategori, mulai dari U20, U17, hingga pemain senior. Ini semua merupakan rencana jangka panjang yang akan terus dikembangkan hingga tahun 2026 dan 2027 mendatang, ungkap Erick. Ia menegaskan, tidak bijak untuk memulai liga jika potensi talenta belum siap dalam jumlah yang memadai.
Lebih lanjut, pelatih sepak bola putri Satoru Mochizuki mencatat bahwa ia telah melihat dua talenta potensial yang berdasarkan pengamatannya selama berlangsungnya pertandingan di PON. Rencananya akan ada training camp di Jepang pada akhir bulan ini untuk mempersiapkan para pemain sebelum melakukan kunjungan ke beberapa negara lain, tambahnya.
Erick mencatat bahwa saat ini sudah ada sekitar 23 hingga 30 pemain yang terdaftar di dalam daftar pelatihan, sementara target idealnya adalah mencapai 150 pemain untuk memperkuat basis data timnas putri.
Di sisi lain, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen (Purn) Marciano Norman, turut memberikan pendapatnya. Ia mengapresiasi konsistensi tim provinsi, terutama Jawa Barat dan DKI Jakarta, yang menunjukkan performa baik di PON Papua sebagai finalis dan semifinalis.
Ia menggarisbawahi pentingnya PON dalam melahirkan atlet-atlet berbakat yang berpotensi mengisi skuad tim nasional Indonesia di masa mendatang. "Semua atlet yang berhasil di tim nasional haruslah berasal dari individu yang pernah berprestasi di PON mewakili daerah mereka masing-masing, imbuhnya.
Marciano kemudian mengucapkan terima kasih kepada PSSI dan berharap para atlet yang telah berkompetisi dapat terus berkembang serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
ANTARA
PSSI Dorong Kompetisi Sehat Sepak Bola Putri Melalui PON XXI
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Komentar (0)
Memuat komentar…







