**Borneonews - Moscow**, Direktur Utama sebuah lembaga berita terkemuka menekankan pentingnya media untuk mendorong terciptanya dunia yang lebih harmonis. Dalam sambutannya di *BRICS Media Summit 2024* yang berlangsung di Moscow, Rusia, ia menyatakan dukungannya terhadap landscape media yang mengedepankan kebenaran dan keberagaman.
"Terima kasih atas kehadiran Anda dan keterlibatan dalam diskusi penting ini. Mari kita terus mendukung landscape media yang menghargai kebenaran, keberagaman, dan perjalanan kolektif kita menuju sebuah dunia yang lebih harmonis," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengamati bahwa keberagaman media di negara-negara BRICS menyediakan platform kritis untuk memperkuat suara-suara yang sering kali terpinggirkan, sehingga pelaporan mereka mampu menyeimbangkan narasi global dan memastikan berbagai perspektif terwakili dengan baik.
Sebagai contoh, ia menerangkan bahwa dalam pembicaraan global baru-baru ini mengenai perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, negara-negara BRICS telah memimpin beberapa inisiatif penting dan mencapai kemajuan yang luar biasa. Setiap negara, dalam konteks ini, menghadapi tantangan lingkungan dan peluang yang unik, di mana media di masing-masing negara berperan penting dalam membentuk diskursus global dengan keunikan yang masing-masing.
Ia menyoroti bagaimana Brasil, melalui pemberitaan mengenai hutan Amazon, telah menunjukkan kepada dunia cara berjuang untuk lingkungan dengan penuh semangat dan kecepatan. Ketika bencana kebakaran hutan terjadi, media Brasil tidak hanya melaporkan namun juga mengangkat kesadaran global, menggarisbawahi bahwa narasi dramatis dalam jurnalisme dapat memicu tindakan nyata.
Selanjutnya, ia mencatat bahwa ketika China bertindak sebagai tuan rumah Konferensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (COP15) dua tahun lalu, media negara tersebut berhasil mengangkat acara tersebut menjadi sorotan global, sehingga percakapan mengenai upaya pelestarian Bumi menjadi bagian penting dari agenda dunia.
Di samping itu, ia menunjukkan bahwa peliputan media Tiongkok membantu menyatukan suara dari berbagai belahan dunia, menciptakan sebuah korus global dalam pelestarian keanekaragaman hayati. "Dengan memberitakan hasil dan tantangan konferensi, lembaga media menciptakan pemahaman bersama dan mendorong kolaborasi internasional," tambahnya.
Dalam konteks pandemi COVID-19, media berfungsi sebagai jembatan harapan, serta sumber informasi yang krusial. Ia menekankan, bahwa media tidak hanya memberikan update dan mengatasi berita yang keliru, tetapi juga berbagi kisah ketahanan yang inspiratif.
"Media menghubungkan individu, tidak hanya dengan fakta, tetapi juga dengan satu sama lain, mengingatkan publik bahwa dalam perjuangan dan kesuksesan bersama, kita terhubung secara mendasar," jelasnya.
Di hadapan para pemimpin media dari BRICS, ia menambahkan bahwa lembaga media lebih dari sekedar pencatat peristiwa, tetapi juga arsitek dialog global. "Kita layaknya pendongeng ambisius dunia, yang merajut berbagai narasi untuk membentuk kisah global yang koheren dan menarik."
Menurutnya, setiap kisah yang dimuat media, setiap penyelidikan yang dilakukan, serta berita yang dipublikasikan berkontribusi terhadap narasi global yang lebih kaya, beragam, dan dinamis. Dalam forum tersebut, ia mengajak semua pihak untuk menghormati peran media yang melampaui sekadar sumber informasi.
Ia menekankan bahwa media adalah penghubung vital, penggairah perubahan, dan pelita kebenaran. Dalam dunia di mana suara yang beragam harus bersatu untuk menghadapi tantangan bersama, media membantu menjalin pemahaman dan kerjasama global.
ANTARA
Peran Media dalam Membangun Dunia yang Lebih Harmonis dan Berkelanjutan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







