BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Tanjungpandan**, Tim Dayung Jelajah Nusantara (DJN) Wanadri telah berhasil menyelesaikan ekspedisi yang mengelilingi Pulau Belitung, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Proses perjalanan ini memakan waktu 28 hari dan menempuh jarak sejauh 450 kilometer. Ketua Ekspedisi DJN Belitong, Yoppi Saragih, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan tim dalam menyelesaikan ekspedisi tersebut di Tanjung Kelayang Reserve pada hari Sabtu. Ia menambahkan, ekspedisi ini merupakan kelanjutan dari program yang dimulai pada tahun 2023, di mana tim tersebut berhasil mengelilingi Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur sejauh 1.059 kilometer dalam waktu 55 hari. Tahun ini, tim DJN mendapatkan undangan dari pihak Tanjung Kelayang Reserve untuk melakukan ekspedisi serupa, menjelajahi pesisir Pulau Belitung. Yoppi menjelaskan bahwa ada tiga tujuan utama dari ekspedisi ini. Pertama, untuk menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu melakukan penjelajahan dengan menggunakan *kayak* laut. Kedua, untuk mempromosikan keindahan alam daerah yang dilalui. Ketiga, untuk menginspirasi generasi muda di Indonesia agar lebih mengenal dan mendalami olahraga *kayaking* sembari menjelajahi pesisir yang ada. Selain hanya mendayung, Yoppi dan tim juga mempunyai inisiatif untuk memberikan kontribusi positif kepada lingkungan. Ia menekankan pentingnya kehadiran tim selam yang mereka ajak untuk melakukan penanaman terumbu karang di perairan Belitung. Priyo Utomo Laksono, Ketua Harian DJN Wanadri Belitong Sea Kayak Expedition, mengekspresikan rasa syukur karena pelaksanaan ekspedisi di Pulau Belitung berjalan dengan lancar. Ia turut menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi tim, terutama saat berlayar di pesisir pulau tersebut. Salah satu tantangan utama adalah angin timur dan tenggara yang cukup kencang. Musim perjalanan yang dimulai pada bulan Agustus membawa tim menghadapi angin tenggara yang menjadi kendala. Priyo mencatat bahwa untuk menghadapi kondisi ini, tim harus mempersiapkan rencana cadangan atau *backing plan*. Ia menambahkan bahwa angin yang bertiup kencang tersebut disebabkan oleh letak geografis Belitung yang berdekatan dengan laut Natuna. Kondisi angin tenggara tersebut memberikan dampak signifikan pada kecepatan dan daya jelajah tim selama berlayar. Meskipun perjalanan di Belitung hanya sekitar setengah dari perjalanan yang ditempuh di Flores, tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Di Flores, tim mampu menempuh jarak 30 kilometer per hari, sedangkan saat berlayar di Belitung, mereka hanya mampu mencapai sekitar 16 kilometer per hari. ANTARA