JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Babak penyisihan untuk cabang olahraga *woodball* pada nomor *single stroke* putra dan putri dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024 terpaksa dihentikan sementara. Penundaan ini disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur lokasi pertandingan di Lapangan Gold Lampu'uk, Lhoknga, Aceh Besar. Nurhasanah, sebagai Technical Delegate (TD) untuk *woodball*, menjelaskan bahwa penghentian pertandingan dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB, yang merupakan 30 menit setelah ronde kedua dari babak penyisihan dimulai. Ia menyebutkan bahwa pertandingan akan dilanjutkan keesokan harinya, yaitu Minggu (15/9) pada pukul 08.00 WIB, sebagai dampak dari *force major* yang telah terjadi. Ia menegaskan bahwa penundaan pertandingan dalam babak penyisihan untuk *single stroke* baik untuk putra maupun putri tidak akan berdampak pada jadwal pertandingan selanjutnya. Pertandingan untuk nomor tim *fairway* putra dan putri tetap dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama mulai pukul 09.00 WIB. Nurhasanah optimis bahwa jadwal tersebut tidak akan mengalami perubahan. Acara *woodball* dalam PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 resmi dimulai pada hari ini, Sabtu, dengan dimulainya babak penyisihan kategori *single stroke* untuk putra dan putri. Pertandingan babak penyisihan dibagi menjadi tiga kelompok. Di kategori putra, kelompok pertama meliputi atlet Ahmad Yopi Solpianda dari Jawa Barat, Muhammad Imron Rusady dari Aceh, dan Muhammad Sahal Fikri dari Lampung. Pada kelompok kedua, terdapat Guntur Wardoyo dari Kalimantan Utara, Ahris Sumariyanto dari Banten, serta M. Indaka Pia Ramadhan dari Kalimantan Timur. Kelompok ketiga untuk putra terdiri dari Amad Taufik dari Kepulauan Riau, Anak Agung Ngurah Rama Smara dari Bali, Komang Sumiasa dari DKI Jakarta, dan Marga Nugraha Susilo dari Jawa Tengah. Sementara itu, untuk kategori putri, kelompok pertama membawa nama I Gusti Ayu Putu Ananda Santhika dari Bali, Nabila Putri dari Sumatera Selatan, dan Febriyanti dari Jawa Tengah. Kelompok kedua di kategori putri melibatkan Nur Alia dari Kalimantan Timur, Siti Masithah dari Jawa Barat, Diah Ayu Cahyani dari DKI Jakarta, serta Lisa Jannah dari Aceh. Terakhir, kelompok ketiga terdiri dari Elva Selfiana Lumbanraja dari Banten, Aileen Christabel Melati Putri dari Jawa Timur, M. Infun Melanesi Womsiwor dari Papua, dan Hanum Zahra Fawwazyanti dari Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA