**Borneonews - Ketapang, Kalimantan Barat**, Trend Asia telah berkolaborasi dengan *Music Declares Emergency* dan band lokal Pontianak, LAS!, untuk menggelar konser BabLAS Tour di Kabupaten Ketapang. Acara ini berfokus pada peningkatan kesadaran tentang isu krisis iklim yang semakin mendesak di Kalimantan Barat.
Bob Gloriaus, vokalis dan pemain gitar utama LAS!, menjelaskan bahwa inisiatif *No Music on a Dead Planet* melibatkan para seniman dan pekerja musik dari Indonesia, termasuk band mereka, LAS!. Mereka berkomitmen untuk menyuarakan isu iklim dan lingkungan melalui seni dan tindakan nyata. Konser ini merupakan bagian dari kampanye global *Music Declares Emergency*, yang mulai melibatkan Indonesia sebagai negara Asia pertama pada tahun ini. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong aksi konkret dalam melawan perubahan iklim.
Bob mengungkapkan bahwa sejumlah musisi terkemuka turut terlibat dalam kolektif ini, termasuk Efek Rumah Kaca, Barasuara, dan Voice of Baceprot. LAS!, yang dikenal dengan gaya musik alternatif dengan sentuhan folk Dayak, memiliki basis penggemar yang setia di Kalimantan Barat dan aktif mengangkat isu-isu sosial serta lingkungan.
Kalimantan Barat, yang memiliki salah satu hutan tropis terbesar di Indonesia, menjadi contoh nyata dampak negatif dari industrialisasi terhadap lingkungan. Data terbaru menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami tingkat deforestasi yang sangat tinggi, dengan hutan tropis dibuka untuk berbagai jenis perkebunan seperti kayu, kelapa sawit, dan kegiatan pertambangan bauksit.
Ironisnya, meskipun aktivitas tersebut diberi label sebagai "transisi energi hijau", kerusakan lingkungan justru semakin parah. Pada tahun ini, sekitar 28 ribu hektare hutan alami telah ditebang untuk dijadikan perkebunan kayu monokultur, yang kemudian digunakan untuk *biomass co-firing* di pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara.
Kerusakan yang terus meluas ini mengancam keberlangsungan ekosistem serta kehidupan masyarakat adat di wilayah tersebut. Menyadari hal ini, Diaz Miraz, drummer LAS!, menambahkan bahwa band tersebut telah merencanakan tur konser di tiga kota di Kalimantan Barat pada tanggal 5 hingga 21 September 2024.
Acara mendatang dirancang untuk menjadi kunjungan terbuka bagi musisi dan media, serta bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai perubahan iklim dan krisis lingkungan yang terjadi di Kalimantan Barat. Selain konser, peserta juga akan melakukan *field trip* ke lokasi-lokasi yang mengalami deforestasi dan kerusakan alam yang signifikan. Dalam kesempatan ini, media dan musisi akan berinteraksi langsung dengan masyarakat adat yang terdampak, didampingi oleh Link-AR Borneo, sebuah organisasi advokasi lingkungan setempat.
Diaz berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perjuangan melawan krisis iklim. Di kesempatan yang sama, Bayu Maulana Putra, Juru Kampanye Energi dari Trend Asia, menekankan bahwa lebih dari sekadar konser, kolaborasi ini bertujuan untuk membangun jaringan dengan berbagai komunitas. Hal ini mencakup musisi, komunitas adat, media lokal, serta kelompok buruh.
Diharapkan, solidaritas yang dibangun dalam perjuangan melawan krisis iklim ini dapat berlanjut, bahkan di luar serangkaian acara yang telah disusun. Dukungannya diharapkan dapat memperkuat aksi iklim yang lebih luas di masa mendatang.
ANTARA
Krisis Iklim Kalimantan Barat Sorotan Konser BabLAS Tour 2024
Bagikan:

PONTIANAK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







