**Borneonews - Banda Aceh**, Kericuhan muncul dalam laga semifinal sepak bola putra pada Pekan Olahraga Nasional XXI yang berlangsung antara Aceh dan Sulawesi Selatan. Insiden tersebut memaksa pertandingan dihentikan sementara setelah seorang pemain dari Sulsel melakukan tindakan kekerasan terhadap wasit.
Pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, pada malam hari tersebut telah berjalan selama 90 menit, dengan Sulsel memimpin dengan skor 1-0 atas tim tuan rumah, Aceh. Namun, situasi memanas ketika menjelang akhir pertandingan, di mana seorang pemain Sulawesi Selatan, Muhammad Rizki, menyerang wasit Ahmad Hafid Hilmi setelah keputusan memberikan penalti kepada Aceh. Penalti dihadiahkan kepada Aceh setelah pemain mereka, Muhammad Nur Mahyuddin, dilanggar di dalam kotak penalti.
Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian, wasit Ahmad Hafid Hilmi sempat mendapatkan perawatan, sebelum akhirnya dievakuasi keluar dari lapangan menggunakan mobil ambulans. Hingga pukul 22.30 WIB, pertandingan tersebut belum juga dilanjutkan, meninggalkan situasi yang tidak menentu bagi para pemain dan penonton yang hadir.
Insiden ini menjadi perhatian besar mengingat pentingnya menjaga sportivitas di dalam pertandingan, terutama pada ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Nasional. Keterlambatan dalam melanjutkan pertandingan ini menambah ketegangan di antara kedua tim yang menunjukkan ambisi dan daya juang yang tinggi.
ANTARA
Kericuhan Mewarnai Laga Semifinal Aceh vs Sulsel, Wasit Diserang
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Komentar (0)
Memuat komentar…







