JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Tim sepak bola putra Aceh berhasil menembus babak semifinal PON XXI Aceh-Sumut setelah meraih kemenangan melalui cara WO (walkover) melawan Sulawesi Tengah. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu malam WIB di Stadion Dimurthala ini diwarnai dengan insiden kericuhan dan keluarnya tiga kartu merah. Pada jalannya pertandingan, Sulawesi Tengah sempat unggul terlebih dahulu dengan skor 1-0. Gol pembuka tersebut dicetak oleh Wahyu Alan pada menit ke-24 setelah menerima umpan lambung dari lini tengah. Wahyu melewati beberapa pemain Aceh sebelum melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti yang tidak dapat diantisipasi oleh kiper Aceh. Aceh, yang tertinggal, berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-33, mereka mendapatkan peluang melalui tendangan bebas Resi Wahyudi di tepi kotak penalti, namun usaha tersebut berhasil digagalkan oleh kiper Sulawesi Tengah, Rexy, yang menjauhkan bola dari gawang. Kericuhan terjadi pada menit ke-38 ketika terjadi perselisihan antara pelatih Sulawesi Selatan dengan staf pelatih dari Aceh. Insiden ini memicu kemarahan pendukung tuan rumah yang mulai melemparkan botol-botol minuman ke lapangan, menyebabkan pertandingan terhenti sementara waktu. Setelah situasi mereda, wasit menambah waktu permainan sebanyak tujuh menit sebelum babak pertama berakhir. Keunggulan 1-0 untuk Sulawesi Tengah bertahan hingga jeda istirahat. Memasuki babak kedua, Aceh langsung meningkatkan intensitas permainan. Mereka hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-46, ketika tendangan bebas dari Tifatul Ulfi mengarah ke gawang, tetapi Rexy kembali menampilkan penyelamatan gemilang. Peluang demi peluang tercipta bagi Aceh, namun tim tuan rumah belum dapat membobol gawang Sulawesi Tengah. Pada menit ke-74, Sulawesi Tengah kehilangan satu pemain setelah Wahyu Alam menerima kartu merah akibat mengangkat kaki terlalu tinggi saat membuang bola, yang hampir mengenai seorang pemain Aceh. Keputusan wasit memicu Sulawesi Tengah untuk bermain lebih defensif dan keras. Tidak sedikit kartu kuning yang dikeluarkan, yang berujung pada dua kartu merah lainnya. Pada menit ke-85, Moh Akbar dari Sulawesi Tengah diusir dari lapangan, menyebabkan protes dari pemain dan staf timnya. Kontroversi semakin memuncak pada menit ke-97 ketika wasit menunjuk titik penalti untuk Aceh. Ketidakpuasan pemain Sulawesi Tengah, Rizki Saputra, terhadap keputusan tersebut membuatnya menghadapi konsekuensi serius setelah memukul wasit hingga terjatuh. Kejadian ini mengharuskan wasit mendapatkan perawatan medis sebelum keluar lapangan dengan bantuan ambulans. Kericuhan akibat kejadian ini membuat pendukung Aceh semakin marah, melemparkan botol ke lapangan. Setelah jeda, pertandingan kembali dilanjutkan dengan Rizki Saputra menerima kartu merah, menjadikannya kartu merah ketiga untuk Sulawesi Tengah. Aceh berhasil mengeksekusi penalti, namun Rexy kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menyelamatkan bola. Skor masih 0-1 untuk Sulawesi Tengah. Beberapa saat kemudian, Aceh kembali mendapatkan penalti setelah wasit menilai ada handball oleh pemain Sulawesi Tengah. Akmal Juanda mengonversi penalti dengan baik, sehingga kedudukan menjadi imbang 1-1. Dengan peluit panjang yang dibunyikan wasit, seharusnya pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Namun, tim Sulawesi Tengah memilih untuk mengundurkan diri, yang memberikan Aceh tiket ke semifinal. Langkah Sulawesi Tengah berakhir di babak delapan besar. Selanjutnya, Aceh dijadwalkan bertanding melawan Jawa Timur pada Senin, 16 September 2024. ANTARA