JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang**, Pelatih tim sepak bola putri Jakarta, Aji Riduan Mas Alex, menunjukkan sikap bijak dengan menerima kekalahan timnya di babak final Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Pertandingan akhir ini dilangsungkan di Stadion Mini Pancing pada Sabtu (14/9), di mana Jakarta harus mengakui keunggulan Jawa Barat dengan skor 0-3. Jawa Barat berhasil mencetak tiga gol, di mana dua diantaranya berasal dari pemain Risdillah Siti Nurrohmah yang mencetak gol pada menit ke-39 dan menit ke-50. Gol ketiga dicetak oleh Helsya Maisyaroh melalui tendangan penalti pada menit ke-82. Meskipun menghadapi kekalahan, Aji tetap optimis dan menggambarkan pencapaian timnya sebagai langkah maju dibandingkan PON sebelumnya di Papua pada tahun 2021, di mana Jakarta hanya berhasil menempati posisi keempat. "Saya telah berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan tim menghadapi pertandingan ini, dan saya sadar lawan kami memiliki kualitas yang baik. Pada PON di Papua, Jawa Barat berada di peringkat kedua setelah kalah dari tuan rumah, sedangkan kami di peringkat empat. Kini kami menempati peringkat dua, dan bagi saya pribadi, ini merupakan prestasi," ungkap Aji usai pertandingan. Dia melanjutkan, "Meskipun pada awalnya kami berencana untuk meraih juara satu, kenyataannya Jawa Barat bermain jauh lebih baik dibandingkan anak-anak didik saya. Kami harus menerima bahwa dalam sepak bola selalu ada kemenangan, kekalahan, dan hasil imbang." Analisis terhadap performa tim dalam laga final menunjukkan bahwa Jakarta bermain kurang optimal, terutama dalam taktik yang hanya mengandalkan umpan lambung dari lini belakang. Strategi ini dengan mudah dapat dibaca oleh tim Jawa Barat yang lebih memilih menggunakan permainan dengan umpan pendek yang efektif. Aji juga mengakui bahwa ia membuat kesalahan dalam pemilihan strategi. Sejak awal, dia meminta para pemainnya untuk bermain lebih aman dan tidak mengambil risiko. "Saya menyadari kesalahan ini. Biasanya kami memiliki karakter permainan yang mengedepankan penguasaan bola yang lebih baik. Taktik menunggu justru membuat kami kebobolan," jelasnya. Lebih lanjut, Aji menekankan bahwa kemampuan Jawa Barat dalam mengolah bola panjang sangat bagus, terutama yang menjadi penyebab gol. "Jika sejak awal kami menerapkan pressing, mungkin cerita pertandingan bisa berbeda," tambahnya. Sementara itu, salah satu pemain Jakarta, Sheva Imut, mengungkapkan bahwa kegagalan timnya untuk meraih medali emas disebabkan oleh kurangnya keberuntungan. Ia mencatatkan setidaknya dua kesempatan emas untuk menjaringkan gol, namun semua usaha tersebut tidak berhasil. "Ini sepertinya memang bukan rezeki kami, bagaimana lagi," tutupnya, sambil mengekspresikan rasa kecewa yang masih membekas. ANTARA