BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Abraham Garuda Laksono, yang menjadi anggota DPRD Banten termuda pada Pemilu 2024, baru saja meluncurkan buku berjudul “Jalan Terjal Milenial Menuju Parlemen, Abraham Garuda Laksono, Dari Inspirasi Menjadi Aksi”. Buku ini menjadi tanda penting dalam perjalanan karir politiknya serta upaya untuk meningkatkan literasi politik di kalangan generasi milenial. Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Abraham menyatakan pentingnya literasi politik bagi generasi muda. Ia berharap, melalui pemahaman yang baik mengenai politik, kaum milenial dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan negara. Sebagai alumni Universitas James Cook Singapura, Abraham menyampaikan keprihatinan terkait rendahnya tingkat literasi di Indonesia dibandingkan negara lain. Oleh karena itu, ia bertekad untuk mendorong semakin banyak kaum muda untuk terlibat dalam politik melalui kebiasaan membaca. Abraham mengacu pada sejumlah tokoh nasional seperti Bung Karno, Bung Hatta, HOS Cokroaminoto, Haji Agus Salim, dan Tan Malaka yang mendapatkan inspirasi dari buku dan bahan bacaan lainnya, sehingga mampu menjadi pahlawan kemerdekaan bangsa. Ribka Tjiptaning, Ketua DPP PDI Perjuangan, menambahkan bahwa keberhasilan Abraham meraih posisi saat ini lebih disebabkan oleh kapasitas dan kapabilitasnya, bukan faktor latar belakang keluarga. Dia menegaskan bahwa meskipun Abraham memiliki potensi untuk sukses dalam bisnis, ia memilih berkarir di dunia politik. Ribka juga mengungkapkan bahwa keputusan Abraham untuk berkecimpung di dunia politik merupakan langkah yang luar biasa. Ia menilai tidak semua anak muda memiliki keberanian untuk mengambil jalan serupa yang berfokus pada kepentingan masyarakat. Ia mengajak generasi milenial untuk membaca buku yang diluncurkan tersebut, mengingat pentingnya mencari inspirasi dari perjalanan seorang politisi muda. Menurutnya, buku ini akan memberikan gambaran bahwa berpolitik tidak selalu rumit dan dapat diakses oleh semua kalangan. Bonnie Triyana, seorang sejarawan muda Indonesia yang menulis kata pengantar buku tersebut, menyatakan kebahagiaannya ketika memberikan kata pengantar. Dengan gamblang, ia menjelaskan bahwa buku ini lahir dari pengalaman empiris Abraham dan menggambarkan sosoknya sebagai panutan di kalangan anak muda. Bonnie menyebut buku ini sebagai semi memoar yang merefleksikan langkah awal Abraham dalam dunia politik, yang diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam bidang ini. Ia mencatat bahwa keberanian Abraham untuk menulis memoar di awal karirnya adalah hal yang menarik. Sebagai Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI Perjuangan, ia menyamakan Abraham dengan tokoh-tokoh besar seperti Sjahrir dan Soekarno yang juga memulai perjalanan politiknya dengan penuh tantangan, mengandalkan gagasan serta tulisan sebagai bagian dari perjuangan. Editor buku tersebut, Endang Jaya Permana, menyatakan bahwa Abraham adalah representasi generasi muda yang membawa semangat baru di dunia politik saat ini. Buku “Jalan Terjal Milenial Menuju Parlemen” mencatat perjalanan Abraham, dikenal oleh teman-temannya dengan nama sapaan “Abe”, yang berhasil memperoleh kursi di parlemen Banten. Endang menambahkan bahwa karya ini adalah rekaman perjuangan Abraham, menggambarkan perjalanan dari tanpa pengalaman politik ke terpilih sebagai anggota DPRD. Dengan tegas ia menyatakan, “From zero to hero” adalah narasi yang cocok untuk mencerminkan perjalanan karir Abraham yang inspiratif. ANTARA